Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Krisis Air Bersih Indramayu: Sumur Bor Warga Berasa Asin, BPBD Terjunkan Tiga Armada Distribusi

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Kekeringan empat bulan landa Indramayu, sumur bor warga Desa Tanjakan mengering dan airnya berasa asin. BPBD distribusikan 15.000 liter air bersih via tiga armada.

Krisis Air Bersih Indramayu: Sumur Bor Warga Berasa Asin, BPBD Terjunkan Tiga Armada Distribusi

Kekeringan Panjang Melanda Indramayu, Warga Desa Tanjakan Krisis Air Bersih

Kabupaten Indramayu kini menghadapi ancaman serius akibat kekeringan yang berkepanjangan. Sejumlah desa di wilayah ini mengalami kesulitan mengakses air bersih, terutama Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak.

Sumur Bor Warga Berubah Rasa Asin Akibat Kekeringan Empat Bulan

Kepala Desa Tanjakan, Wadi, mengungkapkan bahwa warganya telah mengalami krisis air bersih selama kurang lebih empat bulan tanpa hujan. Kondisi ini sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat yang selama ini mengandalkan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan air.

"Sudah sekitar empat bulan ga ada hujan. Sejak itu kami mengalami krisis air bersih," tutur Wadi dalam keterangannya.

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan pada hilangnya pasokan air hujan, tetapi juga pada kondisi sumur-sumur bor milik warga yang perlahan mengering. Yang lebih mengkhawatirkan, air dari sumur tersebut kini berasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

BPBD Indramayu Terjunkan Tiga Armada Distribusi Air Bersih

Menanggapi kondisi tersebut, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu segera mengambil langkah nyata. Bidang Darurat Logistik (Darlog) BPBD Indramayu mengutus tiga armada pengangkut bantuan air bersih untuk membantu warga Desa Tanjakan.

Menurut Kabid Darlog BPBD Indramayu, Agus Yani, distribusi bantuan air bersih akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. Tiga armada yang diterjunkan terdiri dari dua unit milik BPBD dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, serta satu armada dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Pendistribusian bantuan air bersih ke desa ini direncanakan akan dilakukan hingga beberapa kali, dengan melihat kebutuhan dan permintaan dari masyarakatnya," jelas Agus Yani.

Potensi Persebaran Kekeringan ke Desa Lain

Meskipun baru Desa Tanjakan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih hingga saat ini, pihak BPBD Indramayu menyatakan siap如果 ada desa lain yang mengalami kondisi serupa. Agus Yani mengakui bahwa potensi kekeringan dapat meluas ke desa-desa lain di wilayahnya.

"Tidak menutup kemungkinan di desa-desa lain juga akan terjadi seperti ini. Kami menunggu laporan," tegas Agus Yani.

Antisipasi dan Langkah Pemerintah Daerah

Kondisi kekeringan di Indramayu menjadi警示 bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat perubahan iklim. Penyaluran air bersih secara rutin menjadi solusi jangka pendek yang perlu terus dilakukan sambil menunggu datangnya musim hujan.

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih di wilayah Indramayu dan sekitarnya, diharapkan dapat melaporkan kondisi mereka kepada pihak berwenang agar mendapatkan bantuan yang diperlukan.