Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kisah Sukses Rasa Juara: Dari Seblak Bandung ke Pasar Modern

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

UMKM Rasa Juara asal Bandung bermula dari dapur kecil di ruko Pasir Kaliki, kini sukses memasuki pasar modern nasional dengan produk seblak dan cuanki, serta pertumbuhan dua kali lipat tiap tahun pasca pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Rasa Juara: Dari Seblak Bandung ke Pasar Modern

Awal Mula Bisnis dari Dapur Sederhana Ruko Pasir Kaliki

Perjalanan bisnis Rasa Juara dimulai pada tahun 2015, tanpa rencana besar yang matang. Pendiri Christ Abraham memanfaatkan lantai satu ruko di kawasan Pasir Kaliki, Bandung, yang sebelumnya tidak terpakai, di atas lokasi bisnis software house miliknya yang berjalan normal. Di bawahnya, ia membuka dapur kecil yang menyajikan nasi goreng seharga Rp15 ribu untuk para pekerja kantoran di sekitar, ditambah berbagai jajanan khas Indonesia seperti cireng rujak dalam konsep food court sederhana.

Salah satu produk andalan kini, seblak, sempat dipandang sebelah mata pada awalnya. Istri Christ yang pertama kali mengenalkan makanan itu menyebutnya "makanan campur-campur", membuat Christ bingung dan ragu. > “Kebetulan istri saya kenal seblak. Dia bilang, “Ini ada makanan ini sampah,” karena semua dicampur. Saya pertama lihat bingung ini makanan apa, kerupuk dibasahin. Ternyata setelah dicoba rasanya very rich. Dari situ kita coba masukin ke menu,” kata Christ dalam wawancara pada Rabu (22/4/2022).

Peralihan ke Produk Kemasan dan Pembelajaran Awal Branding

Perjalanan bisnis berlanjut pada tahun 2018, ketika Christ mengikuti program food startup di Surabaya. Dari program itu, ia mendapatkan ide untuk mengubah jajanan lokal menjadi produk kemasan. Awalnya, kemasan produk sederhana dengan stiker seadanya menuai banyak kritik dari pelanggan. Fase ini mengajarkan tim Rasa Juara bahwa membangun merek barang kebutuhan sehari-hari bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga soal kualitas rasa yang konsisten, dan komunikasi yang efektif kepada pelanggan.

Pertumbuhan Pesat Pasca Pandemi dan Strategi Hybrid Online-Offline

Pandemi COVID-19 yang menghantam hampir semua bisnis offline justru memberikan momentum baru bagi Rasa Juara. Dengan mengombinasikan strategi penjualan online dan offline, bisnis ini tumbuh hampir dua kali lipat setiap tahun selama empat tahun terakhir. Hari ini, produksi bulanan Rasa Juara melebihi 10.000 karton, dengan setiap karton berisi 12 unit produk. Penjualan mencakup hampir seluruh daerah di Indonesia, dengan lebih dari 5.000 titik penjualan offline, termasuk jaringan modern trade seperti minimarket besar. Produk andalan seblak dan cuanki secara konsisten mendongkrak penjualan merek ini.

Data sebagai Alat Validasi Pasar yang Efektif

Salah satu kunci pertumbuhan Rasa Juara adalah pemanfaatan data dari platform e-commerce seperti Shopee. Menurut Christ, platform ini bukan hanya tempat penjualan, tetapi juga alat validasi pasar yang sangat berharga. Sebelum meluncurkan produk baru ke pasar luas, tim Rasa Juara selalu mengujinya terlebih dahulu di Shopee. Jika produk mendapatkan respons positif, barulah didorong ke distribusi offline; sebaliknya, jika performa buruk, produk bisa dihentikan tanpa menimbulkan kerugian besar.

Data yang diperoleh dari Shopee sangat detail, mulai dari lokasi pembeli, usia, hingga pola review pelanggan. Dengan data ini, tim Rasa Juara dapat memetakan pasar secara presisi. Misalnya, ketika permintaan tinggi datang dari Bali atau Batam, merek ini langsung membuka distribusi atau gudang di wilayah tersebut. Data ini juga digunakan untuk menentukan positioning merek, desain kemasan, hingga strategi promosi seperti voucher dan program keanggotaan, sehingga semua keputusan diambil berdasarkan data, bukan sekadar intuisi semata. > “Shopee bantu validasi market. Kita bisa lihat siapa yang beli, dari mana, umur berapa. Dari situ kita mapping (pemetaan). Misalnya Bali banyak yang beli, kita masuk minimarket di Bali. Batam banyak, kita buka gudang di Batam,” kata dia.

Tantangan dalam Mempertahankan Kualitas dan Daya Saing

Di balik kesuksesannya, Rasa Juara menghadapi beberapa tantangan besar:

Visi Masa Depan: Membawa Makanan Indonesia ke Pasar Global

Christ memiliki visi besar untuk Rasa Juara selain menjadi merek makanan kemasan lokal. Merek ini sedang menjajaki pasar internasional melalui e-commerce di Malaysia dan Filipina, meskipun masih dalam tahap eksplorasi dan sedang berusaha memaksimalkan wawasan data dari wilayah tersebut.

Selain itu, Rasa Juara sedang mengembangkan konsep toko retail baru yang mirip dengan minimarket, tetapi hanya menjual produk makanan khas Indonesia dari seluruh nusantara, bukan hanya dari Jawa Barat. Christ menjelaskan visi ini sebagai > “kaya FamilyMart tapi Indonesian food,” yang bertujuan membuat makanan Indonesia lebih mudah diakses, higienis, dan memiliki standar rasa yang konsisten di mana pun. Lebih dari sekadar produk, Rasa Juara juga ingin membangun "budaya" makanan Indonesia melalui kemasan dan storytelling, menciptakan pengalaman yang lebih berarti bagi pelanggan.