Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kisah Sally di Bandung: Dua Tahun Mempercayai Pasangan yang Misterius

Jabar · Oleh · · Diperbarui 18 Agustus 2026

Kisah Sally di Bandung mengungkap penipuan identitas dalam hubungan online yang bertahan dua tahun. Belajar penting dari pengalaman ini untuk lebih bijak memverifikasi pasangan.

Kisah Sally di Bandung: Dua Tahun Mempercayai Pasangan yang Misterius

Modus Penipuan Identitas dalam Hubungan Online yang Semakin Marak

Di era digital saat ini, hubungan melalui media sosial ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, platform online membuka peluang untuk menemukan jodoh dari berbagai latar belakang. Namun di sisi lain, anonymity yang ditawarkan internet justru menciptakan celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyembunyikan identitas asli mereka.

Sebuah kasus yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, menjadi pengingat penting tentang betapa rentannya perasaan seseorang yang dibangun di atas fondasi informasi yang tidak jujur.

Baca Juga: Suami di Pangandaran Pukuli Istri Pakai Palu Lalu Tenggelam Racun Tikus Sebelum Ditangkap

Kisah Sally: Dimulai dari Pertemuan di Media Sosial

Sally (nama samaran) adalah seorang perempuan yang mengalami pengalaman menyakitkan dalam hidupnya. Segalanya bermula ketika ia dikenalkan kepada seseorang bernama Angga Permana melalui Facebook. Percakapan keduanya terus berlanjut ke WhatsApp, dan pada Mei 2024, mereka resmi menjalin hubungan.

Selama kurang lebih dua tahun, Sally mengklaim tidak pernah memiliki kecurigaan sedikit pun terhadap identitas kekasihnya. Komunikasi mereka berjalan layaknya hubungan pada umumnya, meskipun intensitas pertemuan fisik tergolong jarang akibat kesibukan masing-masing.

Baca Juga: Partai Demokrat Karawang Bagi-Bagi Sepeda Listrik dan Puluhan Doorprize di HUT ke-25

"Aku tidak pernah curiga awalnya, tetapi ada teman yang bilang kalau dia mirip boti. Tapi aku tidak gubris karena kalau ngobrol denganku, suaranya kecil sehingga tidak terdengar seperti wanita," cerita Sally.

Pertemuan yang Terjadi Sepanjang Hubungan

Selama menjalin hubungan, Sally dan Angga beberapa kali bertemu secara langsung:

Merasa hubungan tidak memiliki kepastian, Sally mengancam akan mengakhiri hubungan jika kekasihnya tidak datang menemuinya. Permintaan tersebut akhirnya dipenuhi, dan Angga bahkan disebut rutin datang ke rumahnya selama sekitar tujuh bulan seperti pasangan muda pada umumnya.

Fakta yang Mengguncang Kepercayaan

Pada 30 Juni 2026, Sally mendapatkan informasi dari pihak lain bahwa sosok yang dikenalnya sebagai Angga Permana ternyata seorang perempuan bernama A (inisial). Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, informasi tersebut terbukti kebenarannya.

"Tanggal 30 Juni 2026, saya mendapatkan informasi kalau si Angga ini ternyata berjenis kelamin wanita yang bernama A. Saya sangat shock mendengarnya. Saya gali informasi ternyata benar," kata Sally.

Selain fakta identitas tersebut, Sally juga mengaku mulai merasa tidak nyaman dengan sikap posesif pasangannya yang membatasi interaksinya dengan orang lain. Ia juga mengaku beberapa kali menerima ucapan yang menyinggung area intim, membuatnya semakin tidak betah dalam hubungan tersebut.

Pengakhiran dan Tekanan Setelah Putus

Sally akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan pada 12 Juni 2026 setelah merasa tidak lagi mampu menghadapi berbagai perlakuan yang diterimanya. Namun, keputusan tersebut tidak diterima dengan baik oleh mantan kekasihnya.

Setelah putus, Sally mengaku menerima pesan berulang melalui berbagai media sosial, mulai dari TikTok hingga Instagram, sebelum akhirnya akun-akun tersebut diblokir. Beberapa isi pesan juga disebut mengandung kata-kata yang tidak dapat diterimanya.

Sally mengaku kecewa karena orang-orang di sekitar mantan kekasihnya tidak pernah memberikan informasi apa pun mengenai identitas tersebut. Bahkan, saat menghubungi pihak keluarga, ia tidak mendapatkan penjelasan maupun permintaan maaf.

Keputusan untuk Tidak Melaporkan ke Jalur Hukum

Meskipun mengalami tekanan mental dan kehilangan kepercayaan yang besar, Sally memilih untuk tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan aspek keluarga karena tidak ada kerugian fisik maupun materi yang dialaminya.

Menurut Sally, kerugian terbesar yang dirasakannya adalah waktu, kepercayaan, serta keterlibatan orangtuanya dalam hubungan tersebut.

Pelajaran Berharga dari Pengalaman Sally

Sally berharap keluarga mantan kekasihnya dapat memberikan pembinaan agar peristiwa serupa tidak terulang. Lebih dari itu, ia ingin berbagi pengalamannya agar perempuan lain dapat lebih waspada.

"Saya hanya ingin share kejadian yang ada di hidup saya agar kalian lebih waspada dengan bujuk rayu seseorang. Untuk kalian, tolong jangan langsung menganggap orang yang belum terlalu kita kenal sebagai kekasih. Kenali dulu dengan baik," pesannya.

Pentingnya Verifikasi Identitas dalam Hubungan Online

Kasus Sally menjadi pengingat penting bagi siapa pun yang tengah membangun hubungan melalui platform digital. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Pada akhirnya, kepercayaan adalah pondasi utama dalam setiap hubungan. Ketika fondasi tersebut retak akibat kebohongan, dampak yang ditimbulkan bisa sangat dalam dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Kasus ini mengajarkan bahwa dalam dunia digital yang serba cepat, kita tidak boleh lupa untuk tetap bijak dan berhati-hati sebelum melibatkan perasaan secara utuh kepada seseorang yang belum benar-benar kita kenal.

Kehati-hatian bukan berarti ketidakpercayaan, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan orang-orang yang menyayangi kita.