Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kiprah Dua Mahasiswa ITB di Universitas Metalurgi Terbaik Tiongkok

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Dua mahasiswa ITB menyelesaikan program pertukaran di Central South University Tiongkok dengan mempresentasikan riset metalurgi pada sidang akhir. Kolaborasi telah terjalin 8 tahun.

Kiprah Dua Mahasiswa ITB di Universitas Metalurgi Terbaik Tiongkok

Dua Mahasiswa ITB Selesaikan Program Pertukaran di Central South University

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Dua mahasiswanya, Thaufik Widjaya dan Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany, berhasil menyelesaikan program pertukaran akademik selama lima bulan di Central South University (CSU), Tiongkok. Keduanya mempresentasikan hasil penelitian dalam sidang akhir yang diselenggarakan di School of Metallurgy and Environment, kampus metalurgi terbaik di Tiongkok, pada Jumat (24/7) lalu.

Sidang akhir tersebut turut dihadiri oleh Qin Yihong selaku Ketua Kelompok Pengembangan Komite Pengawasan Pendidikan Sarjana CSU, Wang Qinmeng selaku Wakil Dekan School of Metallurgy and Environment, serta He Jiamin dari Kantor Urusan Akademik. Imam Santoso dari ITB bersama sembilan mahasiswa Indonesia hadir sebagai delegasi undangan. Kegiatan ini dipimpin oleh Assoc. Prof. Xia Longgong dengan dukungan penuh dari International College CSU.

Dosen ITB Apresiasi Kolaborasi Akademik dengan CSU

Dosen pembimbing dari ITB, Imam Santoso, menyampaikan apresiasinya kepada CSU, School of Metallurgy and Environment, serta kelompok riset Complex Materials Metallurgy and Slag Chemistry (CMSC). Ia menekankan bahwa pengalaman ini tidak hanya memperkuat kemampuan riset mahasiswanya, tetapi juga menghasilkan tugas akhir serta capaian penelitian kolaboratif yang berkualitas.

"Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kemampuan riset mahasiswa dan menghasilkan tugas akhir serta capaian penelitian kolaboratif, tetapi juga membentuk kemandirian, wawasan global, dan kemampuan bekerja sama lintas budaya," jelas Imam Santoso.

Imam berharap pencapaian angkatan pertama ini dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan program pertukaran mahasiswa sarjana yang stabil dan saling menguntungkan antara kedua institusi.

Peluang Kolaborasi ITB dan CSU Semakin Luas

Wang Qinmeng menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi industri membuka ruang yang semakin luas bagi kerja sama internasional. ITB dan CSU memiliki potensi besar untuk memperkuat sinergi dalam tiga aspek utama:

Kerja sama antara kedua perguruan tinggi telah terjalin selama delapan tahun dengan berbagai capaian signifikan. ITB dan CSU bersama GEM Group telah mendirikan pusat riset dan pengembangan bersama di bidang hidrometalurgi dan material energi baru.

"CSU juga telah mendidik lebih dari 100 mahasiswa magister dan doktor bidang teknik metalurgi dari Indonesia. Program pertukaran sarjana ini menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama tersebut ke jenjang pendidikan sarjana secara berkelanjutan," terang Wang Qinmeng.

Riset Metalurgi Mahasantri ITB Mendapat Apresiasi Tinggi

Kedua mahasiswa menyampaikan presentasi akademik secara runtut, logis, dan sistematis dalam sidang akhir. Mereka kemudian menjawab pertanyaan serta masukan dari panel ahli dengan tenang dan terstruktur.

Thaufik Widjaya mempresentasikan penelitian berjudul "Fundamental and Technological Research on Self-Promoted Desulfurization of Complex Lead Sulfate-Calcium Sulfate Materials at 750 °C under Air Atmosphere". Sementara itu, Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany membahas topik berjudul "Fundamental Research on a Novel Pyrometallurgical Process for Complex Tin-Lead Secondary Materials: A Regulation Strategy of Stepwise Fluxing and Gradual Reduction".

Kedua presentasi tersebut memperoleh apresiasi positif dari komite penilai yang terdiri dari akademisi dan peneliti senior CSU. Sebagai penanda resmi penyelesaian program, Prof. Wang Qinmeng dan Prof. Qin Yihong menyerahkan sertifikat kepada kedua mahasiswa.

Nilai Strategis Kolaborasi Kedua Institusi

Qin Yihong menilai program ini menunjukkan nilai strategis kolaborasi ITB dan CSU melalui perpaduan keunggulan keilmuan, platform riset, serta sumber daya akademik yang kuat. Ia berharap kerja sama kedua perguruan tinggi terus diperluas melalui:

"Berakhirnya program pertukaran angkatan pertama ini bukan menjadi titik akhir kerja sama pendidikan dan penelitian ITB-CSU, melainkan awal baru bagi kolaborasi yang lebih mendalam, konkret, dan berkelanjutan," tegas Qin Yihong.

Keberhasilan angkatan pertama ini diyakini menjadi fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan program pertukaran mahasiswa sarjana. Kedua institusi optimistis dapat terus memperluas kerja sama dalam bidang metalurgi dan rekayasa material untuk menjawab tantangan industri global.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi akademik lintas negara tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan riset, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah internasional.