Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebersihan Kasur Rumah Sakit: Risiko dan Langkah Sanitasi Efektif

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Artikel ini membahas pentingnya kebersihan kasur rumah sakit, risiko kontaminasi mikroorganisme tersembunyi, dan langkah sanitasi efektif untuk mencegah infeksi nosokomial

Kebersihan Kasur Rumah Sakit: Risiko dan Langkah Sanitasi Efektif

Ilustrasi Kasur Rumah Sakit Sumber: Zulfa Alya Mukhbita

Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang dirancang untuk memberikan perawatan dan pengobatan guna membantu pasien pulih. Namun, di balik layanan profesionalnya, lingkungan rumah sakit juga berpotensi menjadi sumber penularan penyakit baru, salah satunya melalui kontaminasi kasur dan bantal yang kurang terjaga kebersihannya. Artikel ini akan mengupas tuntas risiko tersembunyi di balik kasur rumah sakit, serta langkah-langkah sanitasi yang efektif untuk melindungi keselamatan pasien.

Latar Belakang Risiko Kontaminasi Mikroorganisme

Menurut penelitian Ambari dkk. (2023), kebersihan lingkungan rumah sakit adalah aspek krusial yang mendukung proses penyembuhan pasien. Sayangnya, banyak fasilitas kesehatan hanya fokus membersihkan permukaan kasur seperti sprei, sementara bagian dalam kasur dan bantal jarang mendapatkan perhatian serius. Bagian ini justru menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme patogen, karena terbuat dari bahan polimer yang mengandung karbon dan nitrogen sebagai nutrisi (Hasanah, 2022).

\"Kebersihan kasur bukan hanya soal permukaan yang tampak bersih, tetapi juga bagian dalam yang menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme patogen.\" - Hasanah (2022)

Penelitian yang dilakukan Hasanah (2022) menemukan bahwa 38% bantal di rumah sakit terkontaminasi oleh bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan coliform. Selain itu, kasur dan bantal yang terkontaminasi juga dikaitkan dengan penyebaran wabah besar Klebsiella pneumoniae penghasil carbapenemase di Jerman, serta ditemukannya 47 spesies jamur yang berpotensi membahayakan pasien.

Kontaminasi ini dapat menyebabkan infeksi nosokomial—infeksi yang diperoleh pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit—yang merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian di lingkungan kesehatan (Chairani & Putra, 2022). Risiko penularan silang antar pasien ini dapat memperparah kondisi kesehatan dan memperpanjang masa perawatan, sehingga menghambat proses penyembuhan yang diharapkan.

Mengapa Kebersihan Kasur Sering Terlewatkan?

Banyak pihak menganggap bahwa membersihkan sprei saja sudah cukup untuk menjaga kebersihan kasur rumah sakit. Namun, hal ini hanya menangani permukaan yang tampak bersih, tanpa memperhatikan bagian dalam kasur dan bantal yang menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme. Proses pembersihan yang tidak menyeluruh ini membuat risiko infeksi nosokomial tetap ada, meskipun permukaan kasur terlihat bersih.

Langkah Sanitasi Efektif untuk Menjaga Kebersihan Kasur Rumah Sakit

Untuk mengurangi risiko kontaminasi dan mencegah penyebaran infeksi, rumah sakit dapat menerapkan serangkaian langkah sanitasi terintegrasi, antara lain:

Kesimpulan

Kebersihan kasur rumah sakit bukan hanya rutinitas pembersihan permukaan, melainkan bagian integral dari sistem sanitasi rumah sakit yang terintegrasi. Permukaan yang tampak bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme patogen, sehingga dibutuhkan komitmen semua pihak untuk menerapkan langkah-langkah sanitasi yang menyeluruh. Dengan upaya yang konsisten, risiko penularan infeksi nosokomial dapat ditekan, dan proses penyembuhan pasien dapat berlangsung lebih aman dan efektif.