Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jalan Nasional Rusak di Bandung Renggut Nyawa, Dedi Mulyadi Dorong Penyerahan ke Daerah

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Ojol di Bandung meninggal akibat kecelakaan di jalan rusak Pasteur. Gubernur Dedi Mulyadi desak penyerahan pengelolaan jalan nasional ke daerah karena kewenangan perbaikan bukan milik provinsi.

Jalan Nasional Rusak di Bandung Renggut Nyawa, Dedi Mulyadi Dorong Penyerahan ke Daerah

Insiden Mematikan di Jalan Pasteur

Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Bandung meninggal dunia akibat kecelakaan yang dipicu oleh kondisi jalan rusak di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur, Kota Bandung. Peristiwa naas ini terjadi pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 14.20 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sedang berusaha mendahului kendaraan lain saat kehilangan kendali karena jalan berlubang. Korban kemudian jatuh ke arah kiri dan masuk ke kolong Bus DAMRI, sehingga tidak bisa diselamatkan.

Baca Juga: Bulan Purnama Sturgeon Puncaknya 28 Agustus 2026

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana membenarkan bahwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi gara-gara tutup gorong-gorong jalan yang berlubang. "Korban sedang melintasi jalan Pasteur dari arah barat ke timur kemudian jatuh karena penutup gorong-gorong jalan yang berlubang," jelas AKP Fiekry.

Kondisi Jalan Nasional di Jawa Barat Memprihatinkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons serius kejadian ini dengan mengakui bahwa jalan-jalan berstatus nasional yang tersebar di berbagai titik di Jawa Barat memang dalam kondisi rusak. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membuat langkah konkret dengan mengusulkan agar pengelolaan jalan nasional diserahkan kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.

Baca Juga: Polres Garut Gencarkan Razia Knalpot Bising, Kendaraan Terjaring Dibawa ke Mako untuk Penggantian

"Kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU agar menyerahkan pengelolaannya ke provinsi atau ke pemerintah kota setempat. Kami tidak memperbaiki sebelum ada penyerahan resmi," tegas Dedi Mulyadi.

Sayangnya, surat usul tersebut hingga kini belum juga mendapat respons dari pemerintah pusat. Menunggu respons tersebut, Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan melakukan intervensi langsung terhadap jalan-jalan milik pemerintah pusat, mengingat kewenangan perbaikan bukan berada di tangan provinsi.

Solusi Perbaikan dengan Anggaran Daerah

Dedi Mulyadi optimistis bahwa anggaran daerah mampu menangani perbaikan jalan nasional yang rusak. Ia mencontohkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung saja mencapai Rp7,61 triliun, angka yang sangat memadai untuk menangani kerusakan jalan.

"Jadi saya harapkan jalan yang rusak yang tidak terbikmati serahkan ke daerah. APBD Kota Bandung kan 7,61 triliun, itu sangat bisa untuk menangani. Provinsi juga sudah mengambil alih pengelolaan sebagian jalan kota," jelas Dedi.

Dengan opsi ini, Dedi berharap penanganan lubang jalan yang mengancam nyawa pengendara bisa dieksekusi secara efektif oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota masing-masing. Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa akibat jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten dan kota yang rusak.

Insiden Lain di Jalan Soekarno-Hatta

Tragedi serupa juga terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, sehari sebelum insiden Pasteur. DPM, seorang pesepeda pelajar, tewas terlindas truk saat melintasi jalan tersebut di Kecamatan Cinambo, Bandung, pada Selasa, 16 Juni 2026, sekitar pukul 08.24 WIB.

Dalam kejadian itu, korban bersepeda dari arah barat ke timur dan hendak berbelok dari jalur lambat ke jalur cepat. Namun, korban tidak mengamati situasi arus lalu lintas dari arah depan dan samping kanan, sehingga tertabrak truk tracktor yang melaju di jalur cepat. Pesepeda tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Langkah Responsif Petugas

Setelah kejadian di Jalan Pasteur, lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudi ojol kini tengah diperbaiki oleh sejumlah petugas. Evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari ini.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa kondisi infrastruktur jalan yang baik sangat krusial untuk keselamatan pengguna jalan. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani permasalahan jalan rusak agar tragedi serupa tidak terulang kembali.