Jabar Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, Ini Persiapan yang Perlu Disiapkan
Jawa Barat tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla 1 Juli-30 September 2025. BPBD imbau masyarakat hemat air dan jangan bakar lahan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Penetapan Status Siaga Darurat Bukan untuk Menakuti
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menegaskan bahwa penetapan status ini bukanlah bentuk alarm kepanikan, melainkan wujud nyata kesiapan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau.
Baca Juga: Polisi Malaysia Tangkap 335 Orang di Forest City, Aset Senilai Rp4,3 Miliar Disita
"Surat Keputusan ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, melainkan sebagai bentuk kesiapan agar seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat bergerak lebih cepat sebelum risiko berkembang menjadi bencana," tegas Teten Ali Mulku Engkun.
Dengan status siaga ini, seluruh instansi terkait diharapkan dapat melakukan koordinasi lebih intensif dan responsif terhadap potensi kejadian darurat.
Mengapa Status Siaga Darurat Perlu Ditetapkan
Sebagian besar wilayah Jawa Barat telah memasuki periode musim kemarau. Kondisi ini membawa beberapa potensi risiko yang perlu diwaspadai, antara lain:
Baca Juga: Veteran Karawang Tabur Bunga di Makam Pahlawan Sambil Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Pengabdian
- Kekeringan yang dapat mengganggu kebutuhan air sehari-hari
- Krisis air bersih terutama di wilayah dengan sumber air terbatas
- Kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca panas dan minim curah hujan
- Kebakaran di permukiman akibat faktor anthropogenik
Status Siaga Darurat menjadi landasan hukum dan operasional untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi risiko bencana.
Imbauan untuk Masyarakat Jawa Barat
BPBD Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau. Berikutimbauan yang perlu diperhatikan:
- Gunakan air secara bijak dan hemat untuk kebutuhan sehari-hari
- Jangan melakukan pembakaran terbuka baik di lahan maupun sampah
- Jangan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran
- Laporkan segera apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi berbahaya
"Masyarakat diimbau untuk mulai menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kejadian yang memicu kebakaran," imbau Teten.
Kesiapsiagaan Lebih Baik dari Pada Respons Darurat
Teten menekankan bahwa kewaspadaan bukan dimulai saat masalah datang, melainkan jauh sebelum itu terjadi. Kesadaran dan persiapan sejak dini menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
"Masyarakat diimbau untuk mulai menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kejadian yang memicu kebakaran," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa musim kemarau bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kondisi yang harus dihadapi dengan kesiapan dan tanggung jawab bersama.
Langkah Konkret untuk Menjaga Jawa Barat
BPBD Jawa Barat berkomitmen untuk terus bersiaga dan hadir untuk masyarakat selama masa Status Siaga Darurat. Seluruh sumber daya dan personel dikonsentrasikan untuk melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan dini.
"Langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat membantu mengurangi risiko bencana di kemudian hari. Langkah kecil yang dilakukan bersama hari ini akan menjadi kekuatan besar untuk menjaga Jawa Barat tetap aman, tangguh, dan siap menghadapi musim kemarau," tegas Teten Ali Mulku Engkun.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari BPBD Jawa Barat, dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Jawa Barat diharapkan dapat melewati musim kemarau dengan aman dan tanpa kejadian bencana yang signifikan.