Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jabar Godok Skema Pembiayaan Agar Ribuan Calon Murid Tidak Putus Sekolah

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Jabar siagakan anggaran untuk antisipasi potensi putus sekolah bagi ribuan calon murid yang belum terpetakan di PCMB 2026 melalui berbagai skema pendidikan alternatif.

Jabar Godok Skema Pembiayaan Agar Ribuan Calon Murid Tidak Putus Sekolah

Ribuan Calon Murid di Jawa Barat Belum Terpetakan, Pemulihan Pendidikan Jadi Perhatian Serius

Ribuan calon murid di Jawa Barat竟然 belum menemukan tempat di sekolah negeri setelah proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat mencari solusi agar generasi muda tetap bisa mengenyam pendidikan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran untuk membiayai calon murid yang belum terpetakan melalui program kerja sama dengan sekolah swasta.

"Ini sedang kami hitung, sedang kami simulasikan. Yang jelas Pak Gubernur sudah memberikan sinyal di kisaran 70 ribu calon murid baru. Persisnya berapa tentu harus kami hitung dengan cermat," tegas Herman, Rabu (17/6/2026).

Rincian Pembiayaan Akan Ditanggung Lewat APBD

Herman menjelaskan bahwa pembiayaan program tersebut akan diupayakan melalui dua jalur anggaran, yaitu:

"Kami akan dorong di APBD Perubahan dan APBD murni. Karena tahun ajaran 2026-2027 itu sebagian berjalan di tahun 2026 dan sebagian lagi di tahun berikutnya," katanya.

Namun, pemerintah belum memutuskan apakah bantuan akan diberikan dalam bentuk subsidi sebagian biaya pendidikan atau pembebasan biaya secara penuh.

"Nanti kami lihat teknisnya. Ini domainnya Dinas Pendidikan dan masih terus disimulasikan sesuai arahan Pak Gubernur," tambah Herman.

Antisipasi Lonjakan Angka Putus Sekolah

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah terhadap potensi lonjakan angka putus sekolah setelah hasil PCMB diumumkan. Herman meminta masyarakat tidak perlu panik karena berbagai alternatif pendidikan masih disiapkan.

"Pak Gubernur sudah menyampaikan kepada masyarakat jangan panik. Yang belum terpetakan jangan kecil hati karena masih ada peluang," katanya.

Skema Alternatif yang Sedang Dikaji

Selain program kerja sama dengan sekolah swasta, terdapat beberapa skema lain yang sedang dioptimalkan pemerintah:

"Kami sedang mengikhtiarkan berbagai solusi. Ada kerja sama dengan sekolah swasta, ada sekolah terbuka, dan ada optimalisasi sekolah penyangga. Detailnya masih kami konsultasikan dengan kementerian," jelas Herman.

Fokus Menjamin Akses Pendidikan bagi Keluarga Less Mampu

Menurut Herman, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan, terutama bagi keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta secara mandiri.

"Bagi yang mampu tentu tidak ada persoalan karena bisa langsung memilih sekolah swasta. Yang kami pikirkan adalah mereka yang belum terpetakan dan berpotensi tidak melanjutkan sekolah," tegas Herman.