Indramayu Tanam 12.500 Mangrove untuk Jaga Ekosistem Pesisir Utara Jawa
Hamparan mangrove Pantai Kesambi Indramayu jadi penutup Hari Lingkungan Hidup 2026. Program REMAJA berhasil tanam 12.500 mangrove untuk jaga ekosistem pesisir.

Indramayu terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Hamparan mangrove di Pantai Kesambi, Kabupaten Indramayu, menjadi penanda penutup rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Senin (6/7).
Program REMAJA: 12.500 Mangrove untuk Pesisir Indramayu
Momen bersejarah ini ditandai dengan penanaman mangrove serta penandatanganan Berita Acara Penyelesaian Program Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa (REMAJA). Program yang dijalankan oleh PHE ONWJ ini telah menanam 12.500 batang mangrove beserta tanaman pendukung di kawasan pesisir Indramayu.
Baca Juga: Karang Taruna Kota Depok Latih 1.200 Guru Jadi Teacherpreneur Lewat Seminar Nasional
Program REMAJA bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari upaya sistematis menjaga ketahanan ekosistem pesisir utara Jawa. Mangrove dipilih karena perannya vital sebagai habitat biota laut, penahan abrasi, serta penyerap karbon alami.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Aksi Ramah Lingkungan
Selaras dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, berbagai inisiatif hijau digelorakan oleh anak perusahaan energi nasional. PHE OSES gelar lokakarya Waste Awareness yang memberikan edukasi pengelolaan limbah terpadu.
Baca Juga: Manulife Pasang Pompa dan Tandon Air untuk 3.000 Warga Kampung Cigaok Bogor
Peserta lokakarya diajarkan berbagai pengelolaan sampah, mulai dari:
- Pembuatan kompos dari limbah organik rumah tangga
- Pemanfaatan minyak jelantah menjadi aromaterapi
- Pembuatan biopori untuk penyerapan air tanah
- Penanaman tanaman dalam ruang untuk menjaga kualitas udara
Sementera itu, Pertamina EP wilayah Jawa bagian barat hadirkan program Second Life: From Coverall to Value. Inisiatif ini mengubah pakaian kerja bekas menjadi produk bernilai guna sebagai bentuk penerapan ekonomi sirkular.
"Penanaman mangrove yang kita lakukan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi bagi masa depan," tegas Direktur Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Rachmat Hidajat.
Semangat Hijau yang Harus Berlanjut
Sr. Manager HSSE Regional Jawa, Sigit Isbiantoro, menekankan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup harus menjadi penguat budaya peduli lingkungan di lingkungan kerja.
"Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, inovasi, dan aksi nyata. Kami berharap semangat ini tidak hanya hadir pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja," katanya.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah turut memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dodit Ardian Pancapana, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan investasi bagi generasi mendatang.
"Setiap pohon yang ditanam merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Kami berharap momentum ini dapat mendorong semakin banyak kolaborasi dalam rehabilitasi lahan," sebutnya.
Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Penutupan rangkaian kegiatan dipusatkan di Pantai Kesambi dengan seremoni resmi yang turut dihadiri:
- Jajaran manajemen perusahaan energi nasional
- Pemerintah Kabupaten Indramayu
- Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
- Mitra kerja dan komunitas lingkungan
Mengusung tema global Inspired by Nature. For Climate. For Our Future serta tema nasional Bekerja untuk Iklim, seluruh kegiatan diarahkan untuk mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak.
Rangkaian ini telah berlangsung sepanjang Juni dengan berbagai program edukasi, inovasi, dan aksi lingkungan di seluruh wilayah operasi. Dimulai dari webinar bertema Pemilahan Sampah dari Hulu, hingga berbagai aksi nyata di masing-masing anak perusahaan.
Komitmen ESG untuk Keberlanjutan
Perusahaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus berlanjut untuk:
- Menjaga ketahanan lingkungan pesisir
- Menghadapi perubahan iklim secara sistematis
- Memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang
Langkah nyata berupa penanaman 12.500 mangrove ini membuktikan bahwa operasi industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih hijau. (Z-10)