Haul Syekh Ahmad At Tijani: Santunan dan Pengajian di Depok Perkuat Ukhuwah
Kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa serta pengajian haul Syekh Ahmad At Tijani dan warga Pondokcina di Depok pada 16-17 April 2026 untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, dihadiri ribuan jemaah meskipun cuaca hujan

Kegiatan Gabungan Haul dan Santunan di Depok Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Depok, Jawa Barat – Kegiatan gabungan santunan sosial dan pengajian religius kembali digelar di wilayah Pondokcina, Margonda, Depok, pada 16-17 April 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Nuruz Zholam ini memadukan peringatan Haul Sayyidul Aulia Syekh Ahmad At Tijani dengan Haul Warga Sepondokcina, sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat tali ukhuwah Islamiyah di masyarakat setempat.
Acara ini dihadiri oleh ratusan jemaah pengajian bulanan Zawiyah Nuruz Zholam, tokoh masyarakat setempat, serta para tamu undangan yang datang untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Lokasi acara berada di Jalan Jambu RT.03/ RW.06, yang menjadi pusat kegiatan sosial dan religius warga setempat selama bertahun-tahun.
Rancangan Kegiatan Dua Hari
Rangkaian acara dimulai pada Kamis, 16 April 2026, dengan sesi doa arwah dan tahlil untuk para sesepuh dan warga Sepondokcina yang telah meninggal dunia. Sesi ini diikuti dengan pembacaan Qosidah Burdah dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Ustad Qosim, dengan iringan kelompok kesenian Hadroh Nuruz Zholam yang menambahkan nuansa khidmat pada acara.
Setelah sesi pengajian, acara dilanjutkan dengan sesi kajian bulanan yang disampaikan oleh Abuya Ahmad Khairy, yang membahas tentang pentingnya berbagi kasih sayang dan mempererat persaudaraan dalam Islam. Pada hari kedua, Jumat 17 April 2026, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pengajian lanjutan dan doa bersama untuk keberkahan seluruh kegiatan yang telah digelar.
Santunan Sosial untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Salah satu inti kegiatan pada hari pertama adalah program santunan sosial yang menjadi program rutin Majelis Nuruz Zholam. Kegiatan ini merupakan yang ke-62 kalinya digelar, dengan menargetkan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 75 anak yatim menerima bantuan berupa uang saku, sementara 100 orang dhuafa mendapatkan paket sembako berupa beras kemasan 5 kilogram. Menurut keterangan Ketua Majelis Nuruz Zholam, Soieb Nurhakim, kegiatan santunan ini bertujuan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang kurang beruntung, serta menumbuhkan rasa peduli dan semangat berbagi di masyarakat.
"Alhamdulillah, kegiatan yang diadakan tiap bulannya, para donatur tetap masih percaya kepada kami untuk menitipkan sebagian hartanya. Kami harap mereka istiqomah untuk kebaikan," ujar Soieb Nurhakim dalam wawancara dengan awak media.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pemberian bantuan materi, tetapi juga menjadi momen bagi semua pihak untuk bersinergi dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi dan Ucapan Permintaan Maaf
Ketua Panitia Kegiatan, Cecep Panji, menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna jalan dan warga setempat yang terkena gangguan akibat penggunaan ruas Jalan Jambu sebagai lokasi acara. Ia mengakui bahwa kegiatan ini menyebabkan sedikit hambatan lalu lintas, dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan pengertian.
"Mewakili panitia, saya menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan baik sebelum acara, ketika acara dan sesudah acara. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Pondokcina, khususnya warga Jalan Jambu, Margonda. Semoga Allah SWT terima dan balas berlipat ganda segala dukungan dan partisipasinya dengan keberkahan. Aamiin," tandas Cecep Panji.
Panitia juga mengapresiasi jajaran pamong wilayah setempat, Forum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), RT dan RW setempat, Bhabinkamtibmas, serta para jemaah dan tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam acara. Ia menambahkan bahwa meskipun cuaca hujan dan gerimis, semangat jemaah tetap tinggi, terlihat dari antusiasme yang datang dan berpartisipasi dalam setiap sesi kegiatan.
Kesimpulan
Kegiatan gabungan haul dan santunan ini menunjukkan bahwa peringatan peristiwa religius tidak hanya berfokus pada aspek spiritual semata, tetapi juga dapat dijadikan momentum untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menggabungkan unsur pengajian dan santunan, Majelis Nuruz Zholam berhasil mempererat tali persaudaraan antar umat Islam di wilayah Depok, serta menumbuhkan semangat berbagi dan peduli di tengah masyarakat.