Green Bandung Spirit: Transformasi Semangat Asia Afrika untuk Keberlanjutan Global
Asia Africa Festival 2026 di Bandung angkat Green Bandung Spirit sebagai transformasi Semangat Bandung untuk kolaborasi global dan keberlanjutan lingkungan.

Asia Africa Festival 2026 resmi dibuka di Bandung dengan tema "Unity in Diversity, Rising in Harmony". Festival ini tidak sekadar memperingati sejarah, tetapi juga menjadi momentum transformasi Semangat Bandung menuju Green Bandung Spirit untuk menjawab tantangan perubahan iklim secara global.
Semangat Bandung yang Terus Berkembang
Gelaran Asia Africa Festival (AAF) 2026 diselenggarakan di kawasan ikonik Jalan Asia Afrika, tepat di depan Gedung Merdeka, pada Sabtu (11/7). Lokasi ini memiliki makna historis yang mendalam sebagai tempat lahirnya Dasasila Bandung pada tahun 1955.
Baca Juga: Petugas Pasang Spanduk di Jalur Pendakian Kawah Putih, Pengunjung Dilarang Buang Puntung
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki warisan sejarah luar biasa yang terus menginspirasi nilai-nilai kebaikan hingga saat ini.
"Semangat tersebut sejalan dengan tema Asia Africa Festival 2026, yang mengingatkan bahwa keberagaman merupakan sumber kekuatan untuk mempererat persahabatan dan kolaborasi antarbangsa," terang Iskandar.
Pemerintah Kota Bandung melalui visi Bandung Utama berkomitmen menjaga warisan tersebut dengan membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, dan maju. Keramahan menjadi identitas yang terus dipertahankan demi memperkuat persahabatan antarbangsa.
Baca Juga: Anak 9 Tahun di Bandung Barat Terluka Digigit Pitbull yang Lepas dari Pengikat Saat Dijemur
Green Bandung Spirit: Komitmen Baru Asia dan Afrika
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangan strategis tentang relevansi Semangat Bandung di era modern. Jika dahulu semangat ini lahir sebagai simbol solidaritas perjuangan kemerdekaan, kini perlu berkembang menjawab tantangan lingkungan.
Konsep Green Bandung Spirit muncul sebagai respons terhadap tantangan bersama yang tidak bisa diselesaikan satu negara saja:
- Perubahan iklim yang semakin nyata
- Pencemaran lingkungan di berbagai wilayah
- Hilangnya keanekaragaman hayati
- Kerusakan ekosistem secara masif
Jumhur menekankan bahwa harmoni tidak hanya terwujud melalui hubungan antar manusia, tetapi juga hubungan selaras dengan alam. Pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab.
"Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama," tegas Jumhur.
Konsep ini mengajak seluruh pihak membangun budaya ecological repentance atau pertobatan ekologis sebagai perubahan cara pandang terhadap lingkungan.
Keberagaman sebagai Kekuatan, Bukan Kelemahan
Perspektif inklusivitas semakin mendalam dengan kehadiran Presiden Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (DILANS) Indonesia, Farhan Helmy. Pengalamannya sebagai pengguna kursi roda membentuk sudut pandang unik tentang tantangan global.
Farhan menyatakan bahwa hambatan terbesar sering kali bukan berasal dari kondisi fisik, melainkan dari sistem yang belum mengakomodasi semua orang.
Isu-isu seperti perubahan iklim, aksesibilitas, kesehatan, kemiskinan perkotaan, dan teknologi merupakan masalah yang saling berkaitan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci jawabannya.
"Keberagaman bukanlah kelemahan kita. Yang menjadi kelemahan adalah eksklusivitas. Saya mengajak seluruh pihak memperbarui Semangat Bandung melalui kolaborasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama," tegas Farhan.
Semangat Persahabatan dalam Karnaval
Rangkaian pembukaan festival dilanjutkan dengan Asia Africa Carnival yang menampilkan kekayaan budayabenua Asia dan Afrika. Parade delegasi negara-negara peserta, perwakilan kota kembar (Sister City), mahasiswa internasional, serta puluhan komunitas seni dan budaya Indonesia memeriahkan acara.
Karnaval berlangsung di sepanjang Jalan Asia Afrika hingga kawasan Jalan Cikapundung Barat. Semangat persahabatan, keberagaman, dan kolaborasi menjadi ruh perjuangan yang ditampilkan dalam setiap prosesi karnaval.
Membangun Masa Depan Bersama
Asia Africa Festival 2026 membuktikan bahwa semangat kolaborasi yang lahir 70 tahun lalu tetap relevan dan terus berkembang. Transformasi dari Semangat Bandung tradisional menuju Green Bandung Spirit menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan tantangan zaman.
Festival ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan, inklusivitas adalah keharusan, dan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi Asia dan Afrika tidak hanya bicara tentang sejarah, tetapi juga tentang masa depan bersama dalam menghadapi tantangan global.