Gedung Permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung Mulai Dibangun 2026, Target 1 Juta Siswa 2029
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung dimulai Agustus 2026, target tampung 2.000 siswa miskin. Kolaborasi Kemensos dan Kemenpar siapkan kuota 20% untuk Politeknik Pariwisata.

Kementerian Sosial Pastikan Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung akan segera dimulai begitu seluruh persyaratan administrasi, pemetaan lahan, hingga dokumen lingkungan (AMDAL) rampung. Sekolah berasrama ini ditargetkan mampu menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dari keluarga miskin dan rentan.
Kolaborasi Lintas Kementerian Bangun Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden yang dieksekusi melalui kolaborasi lintas kementerian, salah satunya Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Dalam skema ini, pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan, sementara pembangunan fisik sepenuhnya ditangani pemerintah pusat.
"Tujuan Sekolah Rakyat adalah mencetak Generasi Emas 2045 melalui pendidikan berkualitas," tegas Mensos.
Jadwal Konstruksi Bergantung pada Ketersediaan Izin
Gus Ipul menjelaskan, pembangunan fisik gedung permanen dijadwalkan mulai awal Agustus 2026 jika seluruh izin tuntas. Namun jika administrasi meleset, konstruksi akan digeser ke 2027 dan dipastikan rampung paling lambat pada 2028.
"Kalau seluruh persyaratan seperti pemetaan lahan, AMDAL, dan administrasi lainnya selesai, pembangunan bisa dimulai tahun ini. Kalau belum, dilaksanakan pada 2027," tutur Gus Ipul saat meninjau lokasi.
Sistem Pembinaan 24 Jam Berbasis Teknologi
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pembinaan 24 jam. Pembelajaran akan disokong fasilitas modern berbasis Learning Management System (LMS) demi menjamin kualitas pendidikan. Hal ini menjadi diferensiasi utama dari sekolah reguler pada umumnya.
Target Nasional Hampir 1 Juta Siswa pada 2029
Sejak bergulir pada Juli 2025, program Sekolah Rakyat mencatat tren positif. Pada tahun pertama, lebih dari 15 ribu siswa telah terserap. Jumlah ini melonjak pada Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi 30 ribu siswa, sehingga total penerima manfaat kini mencapai 45 ribu siswa di seluruh Indonesia.
"Hingga akhir 2029, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat mampu menampung hampir satu juta siswa lewat pembangunan gedung permanen di tiap kabupaten/kota secara bertahap," tambah Gus Ipul.
Kuota 20 Persen untuk Lulusan di Politeknik Pariwisata
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan keberadaan Sekolah Rakyat di kawasan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bandung tidak akan mengganggu perkuliahan. Sebaliknya, kehadiran sekolah ini justru memperkuat ekosistem kampus yang inklusif.
"Kami berharap mahasiswa Politeknik Pariwisata dapat menjadi kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat, membantu mereka beradaptasi sekaligus mengenalkan dunia pariwisata. Ini kesempatan menginspirasi mereka," papar Widiyanti.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kemenpar mengalokasikan kuota khusus bagi lulusan Sekolah Rakyat yang berminat melanjutkan studi ke jenjang tinggi.
"Kementerian Pariwisata menyiapkan alokasi sekitar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Pariwisata melalui skema beasiswa," jelas Widiyanti.
Pendataan Langsung, Bukan Sistem Pendaftaran Umum
Gus Ipul menekankan bahwa calon siswa tidak perlu mendaftar secara umum. Pemerintah akan turun langsung menjangkau peserta didik berdasarkan data terpadu sosial ekonomi. Sasaran utamanya mencakup:
- Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem
- Anak putus sekolah
- Berisiko putus sekolah
- Anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan formal
"Anak-anak di sini berasal dari keluarga paling rentan. Tidak ada sistem pendaftaran, melainkan penjangkauan langsung berbasis data pemerintah," terang Mensos.
Langkah ini mendesak mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar empat juta anak di Indonesia yang berisiko putus sekolah. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret untuk mencegah kehilangan generasi muda dari akses pendidikan berkualitas.