Garut Raih Penghargaan Elektrifikasi 100 Persen Listrik Hijau dari Pengembangan Panas Bumi
Garut raih penghargaan elektrifikasi 100% listrik hijau karena kapasitas PLTP 270 MW padahal konsumsi warganya hanya 126 MW. Pemda dan DEN dorong pengembangan panas bumi agar manfaat energi berlebih bisa langsung ke rakyat lewat PAD dan lapangan kerja.

Kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Garut hanya 126 megawatt. Kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah ini sudah mencapai 270 megawatt. Artinya, pasokan listrik di Garut melimpah dua kali lipat dari konsumsi warganya sendiri.
Selisih 144 megawatt itu kini jadi sorotan Dewan Energi Nasional (DEN) dalam kunjungan kerjanya ke Garut, Jumat (14/8/2026). Pemerintah Kabupaten Garut dan DEN mendorong percepatan pengembangan panas bumi agar kelebihan pasokan tidak hanya mengalir ke luar daerah, tapi bisa memberi manfaat lebih langsung bagi masyarakat Garut sendiri.
"Listrik yang dibutuhkan dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Garut 126 MW, tapi kapasitas terpasang PLTP 270 MW artinya sudah terpenuhi secara utuh dan Kabupaten Garut berhak mendapat penghargaan sebagai daerah elektrifikasi 100% listrik hijau," kata anggota DEN Mohammad Fadhil Hasan.
Baca Juga: Relawan Tunas Prabowo 08 siap kawal pemerintahan Prabowo-Gibran dengan kritik konstruktif
Penghargaan itu bukan sekadar titel. Dalam praktiknya, warga sudah merasakan aliran listrik yang stabil. Listrik berlebih dari PLTP mendukung pasokan energi bersih bagi wilayah yang secara geografis punya risiko krisis energi.
Plt. Kepala Dinas ESDM Garut menyebutkan, pengembangan panas bumi tahap awal fokus pada optimalisasi kapasitas yang ada. Star Energy Geothermal saat ini tengah mengoptimalisasi PLTP melalui penambahan kapasitas produksi di wilayah kerja yang sudah ada. Selanjutnya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) bakal melakukan penjajakan ekspansi dan penambahan kapasitas secara bertahap dalam jangka menengah.
"Kita juga meminta dukungan dari semua pihak agar bisa mempercepat proses ini dan berharap pengembangan panas bumi tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan daerah seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah, pembukaan lapangan kerja, serta penyediaan energi mendukung modernisasi sektor pertanian masyarakat Garut," tutur Fadhil.
Baca Juga: Wanita Diserang Pria Tak Dikenal di Parkir Apotek Cimahi, Luka Memar dan Tidak Melapor
Komitmen perusahaan energi panas bumi terhadap masyarakat Garmin ini bukan tanpa dasar. Panas bumi menjadi salah satu sumber energi utama di Garut yang selama ini membantu pasokan listrik di Pulau Jawa. Bedanya, warga selama ini lebih banyak mendengar soal manfaat energi ke konsumen luar daerah.
Dengan pengembangan yang dipercepat, warga berharap selisih kapasitas listrik itu bisa berkontribusi nyata ke ekonomi lokal. Mulai dari potensi PAD yang lebih besar, penyerapan tenaga kerja di sektor energi, hingga dukungan energi untuk modernisasi pertanian yang jadi tulang punggung ekonomi warga.
Jika seluruh potensi itu terealisasi, Garut bukan hanya jadi wilayah dengan listrik berlimpah, tapi juga contoh bagaimana sumber daya alam daerah bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh penduduknya sendiri.