Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Evakuasi Jasad Bocah 11 Tahun Terseret Arus Irigasi di Cianjur

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Petugas menggevakuasi jasad bocah laki-laki berusia 11 tahun yang terseret arus irigasi di Cianjur, dengan dugaan korban meninggal akibat tenggelam tanpa tanda kekerasan.

Evakuasi Jasad Bocah 11 Tahun Terseret Arus Irigasi di Cianjur

Kejadian Evakuasi Jasad Bocah di Irigasi Cianjur

Pada Minggu, petugas Kepolisian Sektor Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengevakuasi jasad bocah laki-laki berusia 11 tahun yang hilang setelah terseret arus saluran irigasi saat berenang. Korban, yang diidentifikasi dengan inisial F, merupakan warga Desa Sukajaya, Cianjur. Acara ini menjadi perhatian warga sekitar yang telah menyaksikan penemuan dan evakuasi jasad di lokasi.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Warga pertama kali menemukan jasad korban mengambang di aliran induk irigasi sekitar pagi hari. Setelah melihat mayat bocah laki-laki dengan wajah terendam air, warga segera melaporkan temuan tersebut ke pihak desa. Laporan kemudian diteruskan ke kepolisian setempat untuk tindakan lanjutan.

Menurut keterangan Pjs Kepala Desa Sukajaya Deki Afrianto, tim desa segera bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga. Saat tiba di tempat, tim desa bekerja sama dengan petugas polisi untuk mengevakuasi jasad korban ke pinggir sungai. Tim juga segera mencari keluarga korban, yang diketahui berada di Kampung Ciseupan, sekitar 2 kilometer dari lokasi penemuan.

Penyelidikan dan Hasil Pemeriksaan Awal

Kapolsek Bojongpicung Iptu Muchtaromi menjelaskan bahwa tim penyelidikan telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, termasuk keluarga korban. Menurut keterangan yang diperoleh, korban diduga tenggelam di saluran irigasi dan terbawa hingga beberapa ratus meter ke aliran induk sebelum ditemukan.

"Kami masih mendalami dan melengkapi keterangan untuk memastikan kronologi kejadian secara pasti, mulai dari kapan korban masuk ke saluran irigasi hingga bagaimana jasad terbawa ke lokasi penemuan," kata Muchtaromi.

Tim Kepolisian Resor Cianjur bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan. Pemeriksaan awal terhadap tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam setelah terjatuh ke saluran irigasi.

Muchtaromi menambahkan bahwa tim telah menawarkan proses autopsi kepada keluarga korban untuk memastikan penyebab kematian dengan lebih pasti. Namun, keluarga menolak permintaan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan penolakan tersebut.

Proses Penanganan Akhir

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan verifikasi data, petugas membawa jasad korban ke RSUD Cianjur untuk dilakukan visum. Setelah visum selesai, jasad korban dibawa pulang untuk dimakamkan sesuai dengan keyakinan dan tradisi keluarga.

Implikasi dan Pengingat Keamanan

Kejadian ini memberikan pengingat penting bagi masyarakat di daerah Cianjur dan sekitarnya tentang bahaya bermain atau berenang di dekat saluran irigasi. Saluran irigasi seringkali memiliki arus yang kuat dan tidak terlihat, serta kondisi permukaan yang licin, yang dapat menyebabkan kecelakaan serius terutama bagi anak-anak.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengawasi anak-anak dengan ketat saat berada di dekat area berbahaya seperti saluran irigasi, sungai, atau danau. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang keselamatan di sekitar area irigasi untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan.