DPRD Cianjur Temukan Kekurangan Serius di Sekolah Jelang SPMB SMP
DPRD Cianjur monitoring SPMB SMP 2026: temukan sekolah kekurangan ruang kelas, ruang guru, dan toilet layak. legislator minta jadi prioritas anggaran.

DPRD Cianjur Monitoring Pelaksanaan SPMB SMP 2026
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi dibuka pada Rabu (17/6). Pelaksanaan yang mencakup sekolah negeri dan swasta ini mendapat perhatian khusus dari legislator setempat.
legislator Pantau Langsung Pelaksanaan SPMB
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur melakukan monitoring langsung ke beberapa sekolah dalam wilayah Subrayon 4 dan 5. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Subrayon 1, 2, 3, 6, dan 7.
"Kami melakukan monitoring dalam rangka SPMB sekaligus pembinaan. Kami juga mendapatkan masukan dari para kepala sekolah SMP," jelas Rustam Efendi, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur.
Tujuan utama monitoring ini adalah memastikan kesiapan seluruh sekolah dalam pelaksanaan SPMB yang menggunakan sistem pendaftaran secara daring.
Kondisi Umum Persiapan SPMB Dianggap Cukup Baik
Secara umum, persiapan SPMB jenjang SMP di Kabupaten Cianjur berjalan cukup baik. Para kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa baru dinilai sudah terbiasa dengan sistem pendaftaran daring yang didukung jaringan internet lebih stabil dibanding tahun sebelumnya.
Namun, legislator menemukan sejumlah persoalan mendasar terkait fasilitas pendidikan yang belum memadai di berbagai sekolah.
Temuan Utama: Fasilitas Pendidikan Masih Kurang
Dari hasil monitoring lapangan, legislator mengidentifikasi beberapa permasalahan serius di sekolah-sekolah, khususnya SMP negeri:
- Kekurangan ruang kelas baru (RKB) yang memadai
- Belum memiliki ruang guru yang representatif
- Belum mempunyai toilet layak untuk kebutuhan peserta didik
- Sekolah yang telah memiliki toilet tetapi tidak dilengkapi sumber air
"Ada sekolah yang sudah memiliki toilet, tetapi tidak mempunyai sumber air. Tentu kondisi ini sangat mengganggu proses belajar mengajar," tegas Rustam Efendi.
Aspirasi Sekolah Swasta Jadi Perhatian
Selain permasalahan fisik, legislator juga menyerap aspirasi langsung dari sekolah swasta. Kepala SMP Al-Ma'moen di Kecamatan Karangtengah, Dede Muharamsyah, menyampaikan berbagai kebutuhan sarana prasana yang mendesak.
"Kami menyampaikan kebutuhan dasar sekolah, baik fasilitas maupun sarana prasana, terutama ketersediaan WC dan bangunan yang sudah harus direhabilitasi," katanya.
Dede berharap sekolah-sekolah yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan melalui program revitalisasi setelah dilakukan pemetaan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Sekolah Negeri dan Swasta, Satu Tujuan
Legislator menekankan bahwa sekolah negeri maupun swasta memiliki tujuan yang sama dalam mencerdaskan anak bangsa. Keduanya juga mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS).
"Tinggal permasalahannya adalah anggaran dan political will dari TAPD serta dinas terkait untuk menjadikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai prioritas," lanjut Rustam Efendi.
Sinergi untuk Pendidikan Cianjur yang Lebih Baik
Kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur diharapkan memperkuat sinergi antara sekolah swasta dan negeri dalam mendukung seluruh program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
"Kami ingin mengantarkan anak didik menjadi generasi yang saleh, pintar, dan siap membawa Cianjur lebih baik serta lebih maju ke depan," tutup Dede Muharamsyah.