Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DPRD Cianjur Prihatin Kasus Keracunan MBG, Minta Pemerintah Tegas Terhadap Vendor

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

DPRD Kabupaten Cianjur menyayangkan kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 273 pelajar di dua kecamatan. Legislator meminta evaluasi menyeluruh program MBG dan tindakan tegas terhadap penyedia jika terbukti ada kelalaian.

DPRD Cianjur Prihatin Kasus Keracunan MBG, Minta Pemerintah Tegas Terhadap Vendor

Latar Belakang Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cianjur

Pada Kamis (29/1), kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat: 273 pelajar di dua kecamatan berbeda mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi secara bersamaan di Kecamatan Kadupandak dan Cikalongkulon, dengan korban meliputi anak-anak PAUD, SD, dan MTs.

Di Kecamatan Kadupandak, puluhan pelajar harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan lokal. Sementara di Cikalongkulon, jumlah korban mencapai ratusan orang, membuat fasilitas kesehatan harus bekerja ekstra untuk menangani semua kasus sekaligus. Kasus ini menjadi kejadian kedua yang melibatkan program MBG di Cianjur dalam waktu dekat, menimbulkan kekhawatiran besar dari masyarakat dan legislator.

Reaksi DPRD Kabupaten Cianjur Terhadap Insiden

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mengungkapkan prihatin mendalam terhadap kasus ini. > "Kami tentu prihatin atas insiden itu, terutama kepada anak-anak saya, para pelajar yang harus menjadi korban dugaan keracunan. Sangat miris mendapati informasi ini," ujarnya.

Metty menekankan bahwa program MBG seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan gizi anak, bukan menjadi sumber bahaya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat terhadap sampel makanan yang dikonsumsi korban.

Selain itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwawiwitan, juga menyampaikan kekhawatiran. Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan program MBG di daerahnya. "Kami prihatin, kasus dugaan keracunan kembali terjadi di Cianjur. Sejatinya, pemerintah segera mengevaluasi," tandasnya.

Tuntutan DPRD Terhadap Pemerintah Daerah

DPRD Kabupaten Cianjur mengeluarkan beberapa tuntutan tegas kepada pemerintah daerah untuk menangani kasus ini:

Dampak Kasus Terhadap Kepercayaan Masyarakat

Kasus dugaan keracunan MBG ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik pada korban, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang seharusnya bermanfaat. Banyak orang tua kini ragu untuk mengizinkan anaknya mengonsumsi makanan yang disediakan oleh program MBG, padahal program ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di daerah yang kurang mampu.

Menurut data Kementerian Kesehatan, program MBG telah membantu meningkatkan status gizi anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Namun, kejadian seperti ini bisa mengurangi efektivitas program tersebut jika tidak ditangani dengan tepat.

Langkah Pencegahan Agar Kasus Tidak Terulang

Untuk mencegah kasus dugaan keracunan MBG terjadi lagi, DPRD Kabupaten Cianjur menyarankan beberapa langkah:

Kesimpulan

Kasus dugaan keracunan MBG di Cianjur adalah kejadian yang sangat memprihatinkan. DPRD Kabupaten Cianjur telah mengambil langkah untuk menekankan pentingnya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh program MBG. Pemerintah daerah harus segera merespon tuntutan ini untuk melindungi anak-anak dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak.