Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dow & Sadikun Gandeng Percepat Kemasan Ramah Lingkungan Pelumas RI

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Perusahaan material global Dow menandatangani MoU dengan PT Sadikun Niagamas Raya untuk mempercepat pengembangan kemasan sirkular di Indonesia, fokus pada resin daur ulang untuk botol pelumas.

Dow & Sadikun Gandeng Percepat Kemasan Ramah Lingkungan Pelumas RI

Latar Belakang Kolaborasi Dow dan Sadikun

Pada 11 Februari 2026, perusahaan material global Dow menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sadikun Niagamas Raya, sebuah pemain lokal di sektor kemasan. Kesepakatan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan adopsi kemasan sirkular di Indonesia, dengan fokus utama pada penggunaan resin daur ulang pasca-konsumen (PCR) dalam industri kemasan kaku, khususnya botol pelumas.

Fokus Utama Inisiatif Kolaborasi

Kerja sama ini memanfaatkan teknologi REVOLOOP™ dari Dow, yaitu resin daur ulang yang dirancang untuk mendukung transisi ekonomi sirkular. Melalui penggunaan material ini, kedua perusahaan berharap dapat mengurangi jejak karbon sektor kemasan di Indonesia, sekaligus memperkuat implementasi praktik berkelanjutan yang sejalan dengan target nasional emisi nol bersih Indonesia pada tahun 2060.

Indonesia sendiri telah menetapkan sejumlah prioritas keberlanjutan nasional, mulai dari penguatan industri daur ulang domestik hingga pengurangan kebocoran limbah plastik ke lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Dow dan Sadikun untuk berkontribusi pada pencapaian target-target tersebut.

Kutipan dari Pihak Terlibat

Bambang Candra, Wakil Presiden Komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics, menegaskan pentingnya sinergi dalam rantai nilai untuk mendorong perubahan berkelanjutan:

"Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan kami akan pentingnya sinergi dalam rantai nilai untuk mendorong praktik berkelanjutan."

Menurutnya, kerja sama ini akan membantu meningkatkan pemahaman pasar dan memperkuat kapabilitas teknis dalam penggunaan material daur ulang, sehingga dapat mempercepat adopsi solusi kemasan ramah lingkungan di Indonesia.

Sementara itu, Antawirya Husen, Presiden Direktur PT Sadikun Niagamas Raya, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas solusi kemasan yang ditawarkan kepada industri pelumas lokal:

"Dengan mengintegrasikan resin daur ulang REVOLOOP™, kami dapat menghadirkan kemasan yang andal sekaligus mendukung transisi menuju produk yang lebih sirkular."

Husen menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan pengembangan dari kerja sama sebelumnya antara kedua perusahaan, yang telah berhasil mengintegrasikan material Dow XUS pada kemasan pelumas berkapasitas 20 liter.

Lingkup dan Dampak Kolaborasi

Kerja sama ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai industri kemasan, mulai dari produsen botol hingga pemilik merek pelumas. Fokus utama pengembangan adalah teknologi blow moulding untuk produksi kemasan kaku, yang akan mendukung peningkatan skala adopsi material daur ulang di sektor ini.

Dengan dukungan jaringan industri luas yang dimiliki Sadikun, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penerapan material ramah lingkungan di sektor kemasan kaku yang terus berkembang di Indonesia. Selain itu, langkah ini juga akan memperkuat daya saing industri lokal, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

Implikasi Jangka Panjang

Kolaborasi antara Dow dan Sadikun ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perusahaan global dan lokal dapat mendorong transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia. Dengan fokus pada penggunaan resin daur ulang, kedua perusahaan berharap dapat mengubah paradigma industri kemasan di Indonesia, dari model linier menjadi model sirkular yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan, dengan mengurangi dampak negatif limbah plastik dan mendukung pencapaian target emisi nol bersih nasional.