Data BPS: Kunjungan Wisman Indonesia Jan-Feb 2026 Capai 2,35 Juta, Tumbuh 7,77%
Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman Indonesia Januari-Februari 2026 mencapai 2,35 juta, naik 7,77% dibanding periode sama tahun lalu, didominasi Malaysia, Tiongkok, dan Singapura.

Data Kunjungan Wisman Indonesia Januari-Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan data resmi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia untuk dua bulan pertama tahun 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa secara kumulatif, jumlah wisman yang masuk ke Indonesia mencapai 2,35 juta orang selama periode Januari hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 7,77 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Sumber Wisman Terbesar di Dua Bulan Pertama 2026
Tiga negara yang mendominasi jumlah kunjungan wisman Indonesia selama periode ini adalah:
- Malaysia
- Tiongkok
- Singapura
Ketiga negara ini menjadi penyumbang wisman terbanyak, mengingat letak geografis yang dekat dengan Indonesia serta program pertukaran wisata yang telah terjalin dengan baik selama bertahun-tahun.
Aktivitas Wisman di Destinasi Pariwisata Populer
Salah satu momen aktivitas wisman yang terdokumentasi adalah ketika sekelompok wisman menikmati paralayang air di Pantai Tanjung Benoa, Badung, Bali. Kegiatan ini menjadi salah satu pilihan aktivitas favorit wisman yang mengunjungi Bali, selain menikmati keindahan pantai dan mengunjungi tempat-tempat budaya lokal. Dokumentasi foto aktivitas ini diambil oleh Nyoman Hendra Wibowo.
Pantai Tanjung Benoa sendiri dikenal sebagai destinasi wisata air yang lengkap, dengan beragam pilihan aktivitas seperti snorkeling, diving, dan paralayang air. Keberadaan aktivitas ini juga menjadi salah satu faktor yang menarik wisman untuk mengunjungi Bali, terutama mereka yang mencari pengalaman petualangan selama liburan.
Analisis Tren Pertumbuhan Wisman 2026
Peningkatan jumlah kunjungan wisman pada periode Januari-Februari 2026 ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia terus pulih dan tumbuh pasca pandemi COVID-19. Beberapa ahli pariwisata menyatakan bahwa peningkatan ini juga didukung oleh program promosi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di berbagai negara, serta semakin mudahnya akses perjalanan udara antarnegara.
Selain itu, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk menyederhanakan prosedur visa wisman juga turut berperan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Hal ini membuat proses masuk ke Indonesia menjadi lebih mudah dan cepat bagi wisman dari berbagai negara.
Namun, meskipun menunjukkan pertumbuhan yang positif, sektor pariwisata Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga bahan bakar minyak yang dapat memengaruhi harga tiket pesawat, serta masalah infrastruktur di beberapa destinasi wisata yang perlu ditingkatkan agar dapat menampung lebih banyak wisman.