Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dari Konferensi 1955 ke Gala Dinner 2026: Kopi Jadi Bahasa Universal Diplomasi Bandung

Bandung · Oleh · · Diperbarui 11 Oktober 2026

Bandung gelar Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 gunakan kopi sebagai medium diplomasi. Tema From Origins to Dialogue angkat kopi sebagai simbol perdamaian dan solidaritas global.

Dari Konferensi 1955 ke Gala Dinner 2026: Kopi Jadi Bahasa Universal Diplomasi Bandung

Semangat Bandung dalam Diplomasi Kopi

Kota Bandung kembali menegaskan perannya sebagai kota yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa. Melalui Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 yang diselenggarakan di Plaza Balai Kota Bandung pada Jumat, 10 Juli 2026 malam, kopi dijadikan sebagai medium diplomasi untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama antarnegara.


Baca Juga: Pengendara Honda Usia 24 Tahun Diduga Lalai, Berserempetan dengan Motor di Jalur Cepat Soekarno Hatta

"Semangat Bandung mengingatkan kita bahwa dialog lebih kuat daripada konflik, kerja sama lebih berharga daripada persaingan, dan keberagaman merupakan sumber kekuatan, bukan perpecahan."

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang mewakili Wali Kota Bandung, menegaskan bahwa tema "Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to Dialogue" menggambarkan bagaimana kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol yang menyatukan berbagai bangsa.

Sejarah Panjang Persahabatan Asia-Afrika

Kota Bandung memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan negara-negara Asia dan Afrika sejak Konferensi Asia Afrika 1955. Semangat Bandung yang lahir lebih dari tujuh dekade lalu dinilai tetap relevan sebagai fondasi moral dalam membangun solidaritas global.

Baca Juga: Bank Mandiri Sapu Bersih Bola Basket Divisi 1 dan Putri di Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026

Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari:

Tantangan-tantangan tersebut, menurut Iskandar, hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi, saling percaya, serta kemitraan yang setara.

Kopi: Perjalanan dari Afrika Menuju Dialog Universal

Fokus utama Gala Dinner adalah diplomasi kopi. Tema "From Origins to Dialogue" dipilih karena menggambarkan perjalanan kopi yang berasal dari Afrika, kemudian berkembang di Asia hingga menjadi bagian integral dari budaya dunia.

"Kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi menjadi simbol dedikasi para petani, sejarah perdagangan dunia, serta hubungan yang terus terjalin antarkebudayaan dan peradaban," terang Iskandar.

Hal senada disampaikan bahwa sebagaimana perjalanan kopi yang melintasi benua, hubungan Asia-Afrika juga harus terus diperkuat melalui:

Ekosistem Kopi Bandung sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Kota Bandung memperkenalkan ekosistem kopi yang dimilikinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif kota. Keberhasilan kopi Indonesia tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak:

"Perjalanan itu mengingatkan kita bahwa produk lokal dapat menjadi bahasa universal yang menghubungkan budaya, mempererat persahabatan, sekaligus membuka peluang baru. Inilah esensi diplomasi yang berakar pada budaya, digerakkan oleh kreativitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Iskandar.

Asia Africa Festival: Platform Kolaborasi dan Inovasi

Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan platform diplomasi, kolaborasi, dan inovasi yang memperkuat hubungan antarbangsa. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri kreatif, generasi muda, dan masyarakat sipil diharapkan dapat:

Iskandar turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang sedang menjalani perawatan kesehatan. Seluruh tamu undangan diajak untuk mendoakan kesembuhannya agar dapat segera kembali melayani masyarakat.

Artikel ini merupakan bagian dari liputan Asia Africa Festival 2026 yang berlangsung di Kota Bandung.