Cianjur Ajukan 1.500 Titik PJU Jalan Nasional Langsung ke Kemenhub RI
Dinas Perhubungan Cianjur mengajukan penambahan 1.500 titik PJU jalan nasional langsung ke Kemenhub RI, mengingat kekurangan PJU menjadi faktor kecelakaan. Anggaran pusat saat ini minim, sehingga proyek bisa terlaksana tahun depan.

Permintaan Penambahan PJU Jalan Nasional di Cianjur
Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah resmi mengajukan permintaan penambahan 1.500 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang koridor jalan nasional yang melintasi wilayahnya, langsung ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI). Permintaan ini diajukan sebagai upaya mengatasi kekurangan dan kerusakan fasilitas penerangan jalan yang telah menjadi faktor risiko kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Cianjur Aris Haryanto mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan berkelanjutan selama satu tahun terakhir, termasuk menyampaikan laporan kerusakan dan kekurangan PJU sepanjang jalur jalan nasional utara hingga selatan Cianjur ke pihak pusat. Laporan terakhir bahkan disampaikan secara langsung bersama Wakil Bupati Cianjur, dengan harapan permintaan dapat segera terpenuhi mengingat dampak kekurangan PJU yang cukup signifikan.
Alasan Penting di Balik Pengajuan
Salah satu kasus kecelakaan yang menjadi perhatian adalah insiden di Jalan Raya Pacet-Cugenang, di mana minimnya penerangan jalan diperkirakan menjadi salah satu penyebab utama kejadian. Aris Haryanto menambahkan bahwa kebutuhan total PJU di sepanjang jalan nasional Cianjur mencapai sekitar 11.000 titik, dengan kebutuhan khusus di wilayah utara termasuk Jalan Raya Cianjur-Puncak mencapai 1.500 titik baru. Saat ini, jumlah PJU yang sudah terpasang di wilayah tersebut hanya sekitar 1.800 titik, dengan 447 di antaranya mengalami kerusakan dan telah dilaporkan ke Kemenhub.
"Tentunya masih banyak kekurangan termasuk di sepanjang jalur selatan dan utara terutama mulai dari Jalan Raya Cianjur, Cugenang, Pacet, dan Puncak, sehingga dibutuhkan sekitar 1.500 titik baru, dimana idealnya titik PJU di jalan tersebut sekitar 4 ribu titik," ujar Aris Haryanto.
Berikut adalah ringkasan data kebutuhan PJU di Cianjur:
- Kebutuhan total PJU jalan nasional: ±11.000 titik
- Kebutuhan wilayah utara (Cianjur-Puncak): 1.500 titik baru, target ideal 4.000 titik
- Jumlah PJU yang sudah terpasang: ±1.800 titik
- Jumlah PJU yang rusak: 447 titik
Status Proyek dan Penundaan
Menurut Aris Haryanto, pihak Kemenhub telah memberikan respons bahwa anggaran untuk penambahan PJU di jalan nasional Cianjur saat ini masih terbatas, sehingga proyek penambahan 1.500 titik PJU tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini. Bahkan proyek penambahan PJU di wilayah selatan Cianjur yang semula direncanakan dilaksanakan tahun ini juga terpaksa diundur ke tahun depan, dengan harapan anggaran yang dibutuhkan telah tersedia pada periode tersebut.
"Jawaban dari Kementerian saat ini anggaran masih minim, sehingga upaya penambahan PJU baru di jalan nasional di Cianjur, belum dapat dilakukan, kemungkinan baru dapat dilakukan di tahun depan," jelasnya.
Upaya Saat Ini dan Harapan ke Depan
Saat ini, Dinas Perhubungan Cianjur telah berupaya melakukan perbaikan terhadap PJU yang rusak di sepanjang jalan nasional, setelah berkoordinasi dengan pihak pusat. Namun, perbaikan ini hanya dapat dilaksanakan ketika anggaran yang tersedia cukup untuk menutupi biaya perbaikan.
Aris Haryanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat untuk menambah jumlah PJU di sepanjang jalan nasional, mengingat fasilitas penerangan jalan di koridor nasional bukan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Dia berharap permintaan ini dapat terpenuhi dalam waktu dekat untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Cianjur.
"Harapan kami bantuan dari pemerintah pusat menambah jumlah PJU di sepanjang jalan nasional dapat terlaksana dalam waktu dekat, karena PJU di jalan nasional bukan kewenangan pemerintah daerah, kami akan terus mengupayakan penambahan," tutupnya.