Bupati Garut: Modernisasi Manajemen Talenta untuk Keadilan Karir ASN
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan perlunya modernisasi manajemen talenta SDM untuk mewujudkan keadilan karir ASN di lingkungan Pemkab Garut, Jawa Barat.

Latar Belakang dan Pernyataan Bupati
Pada Senin (8/6/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa penerapan manajemen talenta sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan karir yang adil bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan saat beliau berada di lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, sebagai bagian upaya pemkab meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tantangan Sistem Penilaian Tradisional
Jumlah ASN di lingkungan Pemkab Garut saat ini mencapai lebih dari 20 ribu orang, menurut data dari Bupati. Menurutnya, metode penilaian secara tradisional yang bersifat subjektif sudah tidak mampu lagi mengakomodasi kebutuhan manajemen SDM skala besar tersebut.
"Saya pribadi ketika menunjuk seseorang untuk kenaikan jabatan kadang-kadang tidak punya gambaran yang komprehensif, kenapa 'si' ini, padahal ada orang yang jauh di sana yang mungkin prestasinya lebih baik," kata Bupati.
Ia menambahkan bahwa sistem penilaian yang ada selama ini seringkali menyebabkan pemetaan prestasi pegawai tidak merata, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah pelosok Kabupaten Garut.
"Mungkin itu tidak terlepas oleh tadi, dan karena memang kita belum memiliki sistem yang sangat baik terkait tentang bagaimana mengelola manajemen sumber daya manusia di pemda," jelasnya.
Adopsi Manajemen Talenta Berstandar Nasional
Untuk mengatasi permasalahan ini, Bupati menginstruksikan jajaran Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut untuk segera mengadopsi sistem modern yang terstandarisasi secara nasional, yang sebelumnya telah dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurutnya, adopsi sistem ini akan membantu pemkab melakukan manajemen SDM yang lebih adil dan transparan di masa depan.
"Bagaimana kita bisa mengadopsi manajemen talenta yang dibuat pemerintah oleh BKN. Kita adopsi, supaya kita ke depan bisa melakukan manajemen SDM yang adil," tambah Bupati.
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan sistem lama yang seringkali tidak dapat menangkap kontribusi nyata setiap ASN, terutama mereka yang bertugas di area terpencil yang sulit diakses.
Langkah Konkrit untuk Implementasi
Selain menyiapkan sistem manajemen talenta yang modern, Pemkab Garut juga terus mendorong ASN untuk mengikuti uji kompetensi. Saat ini, pemkab telah mengalokasikan kuota uji kompetensi sebanyak 2000 orang ASN, dengan target bahwa seluruh ASN di lingkungan pemkab akan menyelesaikan uji kompetensi tersebut pada tahun 2027.
Bupati menjelaskan bahwa anggaran yang telah disediakan akan digunakan untuk membuat peta yang komprehensif dan lengkap mengenai setiap ASN, termasuk posisi mereka saat ini, kompetensi yang dimiliki, dan kelayakan mereka untuk mendapatkan kenaikan pangkat dan jabatan.
"Kita lihat anggarannya, sehingga kita punya peta yang komprehensif dan lengkap, siapa ada di mana, dia punya kompetensi apa, dan apakah dia layak atau 'eligible' untuk mendapatkan kehormatan berupa kenaikan pangkat dan jabatan," kata beliau.
Dampak dan Tujuan Akhir
Dengan implementasi manajemen talenta yang terstandarisasi, Pemkab Garut berharap dapat meningkatkan kinerja ASN secara keseluruhan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Garut. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi bias subjektif dalam proses promosi, sehingga setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karir mereka berdasarkan prestasi dan kompetensi.
Menurut analisis pihak ketiga, langkah ini merupakan respons yang tepat terhadap perkembangan manajemen SDM di tingkat pemerintah daerah, terutama mengingat jumlah ASN yang besar dan keragaman tugas yang dilakukan di berbagai wilayah Garut. Dengan sistem yang transparan, diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja ASN, terutama mereka yang bertugas di daerah pelosok yang seringkali kurang mendapat perhatian dalam sistem penilaian tradisional.
Dengan adanya langkah konkret dari Pemkab Garut, diharapkan bahwa manajemen talenta yang adil dan transparan dapat segera diimplementasikan, sehingga dapat mewujudkan keadilan karir bagi seluruh ASN di lingkungan pemerintah daerah setempat.