Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bulog Kirim Minyakita ke Cikurubuk Atasi Kelangkaan di Priangan Timur

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita di Priangan Timur Jawa Barat membuat warga kesulitan, Bulog Ciamis mulai menyalurkan pasokan ke Pasar Cikurubuk dengan harga terkontrol.

Bulog Kirim Minyakita ke Cikurubuk Atasi Kelangkaan di Priangan Timur

Kondisi Kelangkaan Minyakita di Priangan Timur

Ratusan pedagang kios di pasar tradisional wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, menghadapi kelangkaan produk minyak goreng subsidi Minyakita selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau, dan memicu lonjakan harga di beberapa pasar utama seperti Pasar Cikurubuk, Pancasila, Singaparna, hingga Manonjaya.

Dampak Langka Minyakita bagi Masyarakat

Kisah kelangkaan ini dirasakan langsung oleh warga seperti Rinrin, 45 tahun dari Desa Bebedahan, Kecamatan Purbaratu. Ia mengaku telah berkeliling ke berbagai kios dan distributor namun tidak menemukan stok Minyakita.

"Saya mencari Minyakita karena harganya paling terjangkau. Tapi sekarang langka, pedagang bilang pasokan banyak terserap ke program makan bergizi (MBG)," ujar Rinrin pada Senin (8/6).

Di beberapa kios yang masih menyimpan stok terbatas, harga Minyakita meroket hingga Rp18.000 per liter. Hal ini memaksa masyarakat beralih ke minyak goreng curah yang dibanderol dengan harga rata-rata Rp21.000 per kilogram. Menurut Lulus, pedagang di Pasar Pancasila, kondisi pasokan Minyakita saat ini sangat terbatas.

"Kelangkaan terjadi karena kurangnya pasokan dari distributor dan dampak Rupiah melemah. Selain itu, bantuan pangan kini banyak diserap untuk pemilik dapur SPPG," jelasnya.

Faktor Penyebab Kelangkaan Minyakita

Kelangkaan minyak goreng subsidi ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Pertama, pelemahan nilai tukar Rupiah yang membuat biaya impor bahan baku minyak goreng meningkat, sehingga distributor kesulitan memenuhi pasokan ke pasar umum. Kedua, sebagian pasokan Minyakita dialihkan untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah. Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan ketersediaan minyak goreng subsidi di wilayah Priangan Timur menurun drastis.

Kejadian serupa juga dilaporkan di beberapa wilayah lain, termasuk Pasar Gedhe Klaten yang juga menghadapi kelangkaan Minyakita dalam beberapa pekan terakhir.

Intervensi Bulog untuk Stabilkan Pasokan

Untuk menekan inflasi akibat kelangkaan ini, Bulog Ciamis telah memulai langkah intervensi dengan mendistribusikan Minyakita ke sejumlah kios mitra di Pasar Cikurubuk. Penata Layanan Operasional UPT Pasar Induk Cikurubuk, Dodi Indra, mengungkapkan tahap awal distribusi dilakukan dengan menyalurkan 120 liter Minyakita ke lima kios mitra.

"Harga yang dipatok adalah Rp15.700 per liter. Kami akan melakukan pengawasan agar harga tetap sesuai ketentuan. Pendistribusian akan dilakukan secara rutin seminggu sekali dan jumlah kios penerima akan ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan pasar," tegas Dodi.

Menurut Dodi, langkah ini merupakan upaya Bulog untuk memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi di wilayah Priangan Timur, sekaligus menstabilkan harga agar tidak terus melonjak. Ia menambahkan bahwa tim pengawas akan secara rutin memeriksa kios mitra untuk memastikan bahwa penjual tidak menjual Minyakita dengan harga di atas ketentuan yang ditetapkan.

Harapan dan Dampak Langkah Intervensi

Langkah intervensi Bulog ini diharapkan dapat menstabilkan kembali harga minyak goreng di wilayah Priangan Timur dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi global dan pelaksanaan program nasional. Dengan pendistribusian rutin setiap minggu, diharapkan pasokan Minyakita akan semakin memadai, sehingga masyarakat tidak perlu kesulitan mencari minyak goreng subsidi atau terpaksa membeli produk dengan harga lebih tinggi.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada minyak goreng curah yang umumnya tidak memiliki standar kualitas yang terjamin. Dengan tersedianya Minyakita dengan harga terkontrol, masyarakat dapat memilih produk yang aman dan terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.