Bandung Bakal Operasikan 20 Fasilitas Pengolahan Sampah pada 2026
Bandung identifikasi 220 titik potensial untuk fasilitas pengolahan sampah dengan target 20 lokasi beroperasi Juli 2026.

Pemerintah Kota Bandung tengah mempersiapkan sedikitnya 20 lokasi untuk menjadi fasilitas pengolahan sampah terpadu yang ditargetkan beroperasi pada akhir Juli 2026. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.
Rencana Strategis Pengelolaan Sampah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa saat ini Kota Bandung telah mengidentifikasi sekitar 220 titik potensial melalui pemetaan foto udara. Namun demikian, seluruh lokasi tersebut masih harus melalui proses verifikasi lapangan sebelum ditetapkan sebagai lokasi pengolahan sampah.
"Berdasarkan foto udara, kami telah menyiapkan sekitar 220 titik. Saat ini sedang dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan aksesnya memadai dan tidak menimbulkan gangguan bagi warga sekitar," jelas Farhan.
Sumber Bantuan dan Dukungan Teknologi
Pemkot Bandung mendapat dukungan dari dua pihak utama dalam penyediaan mesin pengolahan sampah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan berupa 151 mesin RDF (Refuse Derived Fuel), sementara Markas Besar TNI Angkatan Darat bersedia membantu melalui 50 titik pengolahan sampah.
"Mesinnya insyaa Allah tersedia. Tantangan saat ini adalah penyiapan dan pemilihan lahan. Kami harus menyediakan lahan minimal 100 meter persegi untuk setiap titik," terang Farhan.
Persyaratan dan Verifikasi Lokasi
Farhan menegaskan bahwa ketersediaan mesin bukan menjadi kendala utama dalam proyek ini. Tantangan terbesar terletak pada penyiapan lahan yang memenuhi kriteria, termasuk luas minimal dan jarak dari fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas.
"Misalnya ada lahan 100 meter persegi tetapi berada tepat di belakang sekolah atau di samping puskesmas, tentu harus dipindahkan," lanjut Farhan.
Target Kapasitas Pengolahan
Setiap titik pengolahan sampah dirancang memiliki kapasitas antara lima hingga 10 ton sampah per hari. Dengantarget menetapkan 20 titik pada Juli 2026, yakni 15 titik bantuan dari Provinsi Jawa Barat dan lima titik dari Mabes TNI AD, Pemerintah Kota Bandung menargetkan pengurangan volume sampah mencapai sekitar 125 ton per hari.
"Kapasitas pengolahan di setiap titik berkisar antara lima hingga 10 ton per hari. Dengan demikian target pengurangan sampah mencapai sekitar 125 ton per hari dan diharapkan dapat terealisasi pada Agustus hingga Oktober," harap Farhan.
Dampak Positif bagi Kota
Jika terealisasi,program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Masyarakat diharapkan juga turut berperan aktif dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bandung dalam menangani permasalahan sampah secara komprehensif dan berkelanjutan.