Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Audiensi di DPRD Karawang: LVRI Bersama PPM Soroti Kantor Tak Layak dan Minimnya Perhatian Pemda

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Audiensi LVRI dan PPM Karawang di DPRD mengajukan permintaan renovasi kantor, bantuan dana, dan program penghormatan kepada veteran sebagai kewajiban moral negara.

Audiensi di DPRD Karawang: LVRI Bersama PPM Soroti Kantor Tak Layak dan Minimnya Perhatian Pemda

LVRI Karawang: Meminta Renovasi Kantor dan Dukungan Pemda di DPRD

Pada audiensi resmi yang berlangsung serius dan penuh muatan historis di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Karawang menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi organisasi veteran, beserta sejumlah permintaan dukungan konkrit kepada pemerintah daerah. Hadir dalam forum tersebut sejumlah pemangku kebijakan, antara lain Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, perwakilan Dinas Sosial, dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Karawang.

Kondisi Bangunan Kantor yang Mengancam Keamanan dan Aktivitas

LVRI Karawang mengoperasikan kantornya di atas tanah milik Pemerintah Daerah Karawang, namun bangunan yang telah berusia puluhan tahun kini mengalami kerusakan signifikan. Kerusakan meliputi kusen pintu dan jendela yang lapuk dan keropos, serta kondisi fisik bangunan yang membahayakan aktivitas organisasi sehari-hari. Menurut keterangan LVRI, bangunan ini sudah tidak layak digunakan dan membutuhkan perbaikan segera untuk menghindari risiko kecelakaan.

Daftar Permintaan Konkrit untuk Dukungan Pemerintah

Sebagai bagian dari pengajuan resmi, LVRI beserta mitra Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Karawang mendorong realisasi sejumlah agenda strategis dan sosial, antara lain:

Pernyataan Para Pimpinan LVRI dan PPM

Ketua DPC LVRI Kabupaten Karawang, Sunarno, menegaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bentuk perjuangan konstitusional para veteran agar negara tidak abai terhadap sejarahnya sendiri. "Ini bukan permintaan berlebihan. Ini adalah kewajiban moral negara. Ketika veteran diabaikan, yang tergerus bukan hanya organisasi, tetapi juga ingatan dan jati diri bangsa," tegas Sunarno dalam audiensi tersebut.

Sementara itu, Asdo, Sekretaris PPM Kabupaten Karawang, menegaskan bahwa PPM akan terus berdiri sebagai pendukung dan pengawal kepentingan para veteran, sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus. "Audiensi ini adalah pengingat bahwa pembangunan tidak boleh memutus hubungan dengan sejarah dan pengorbanan para pendahulu bangsa," pungkasnya.

Konteks Sejarah dan Pentingnya Penghargaan terhadap Veteran

LVRI adalah organisasi yang beranggotakan para veteran pejuang kemerdekaan Indonesia, yang jasanya tak terpisahkan dari sejarah berdirinya Republik Indonesia. Perjuangan mereka dalam merebut kemerdekaan telah membentuk jati diri bangsa, dan penghormatan kepada mereka bukan hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga konstitusional.

Permintaan yang diajukan dalam audiensi ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi juga untuk menghargai pengorbanan para pendahulu yang telah berjuang demi kebebasan dan kesejahteraan bangsa. Tanpa jasa para veteran, Republik Indonesia tidak akan berada pada posisi seperti saat ini.

Momentum untuk Tindakan Nyata

Audiensi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengambil tindakan nyata dalam menghormati dan mendukung para veteran. Permintaan yang diajukan merupakan langkah yang wajar dan layak untuk direalisasikan, karena tidak hanya bermanfaat bagi organisasi veteran, tetapi juga bagi masyarakat secara umum, terutama dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

Harapan agar pemangku kebijakan yang hadir dalam audiensi dapat mendengarkan aspirasi para veteran dan mengambil langkah-langkah konkret untuk merealisasikan permintaan tersebut, sehingga para veteran dapat menikmati penghormatan dan dukungan yang layak atas jasa mereka bagi bangsa.