Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Asep Dawus, Pak Ogah di Banjar, Ditemukan Tewas dengan Luka Paruh di Perut

Jabar · Oleh ·

Asep Dawus, pak ogah di pertigaan Lapangan Golf BBWS Banjar, ditemukan tewas dengan dua luka paruh di perut. Istrinya yang menemukan jasadnya. Polisi menyita benda tajam dari TKP dan menyebut korban diduga korban pembunuhan.

Asep Dawus, Pak Ogah di Banjar, Ditemukan Tewas dengan Luka Paruh di Perut

Asep Dawus tidak pernah sampai di warung seperti biasanya. Jasad pria yang sehari-hari mengatur lalu lintas di pertigaan Lapangan Golf BBWS Banjar itu ditemukan istrinya sendiri pada Jumat pagi, tergeletak tidak jauh dari warung tempat ia biasanya menunggu orderan.

Kondisi jenazah menunjukkan luka mencurigakan. Petugas Inafis Satreskrim Polaris Banjar menemukan dua lubang di bagian perut korban. Benda tajam juga diamankan dari lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Kerja Informal Tanpa Pelindung

Asep Dawus加入 ribuan "pak ogah" lain di Jawa Barat yang bekerja tanpa status resmi. Mereka mengatur lalu lintas di persimpangan kritis demi uang receh dari pengemudi yang体谅. Tidak ada asuransi, tidak ada jaminan keselamatan, dan tidak ada yang menunggu kalau mereka tidak pulang.

Baca Juga: Polisi Majalengka Tangkap Produsen Tembakau Sintetis Rumahan, Sita 56,69 Gram Barang Bukti

Istri korban, Elom, adalah orang terakhir yang melaporkan ia hilang. Ia mendapati suaminya sudah dalam kondisi terbujur kaku saat mendatang warung seperti biasa.

Polisi belum mengumumkan sospechosos. Kasat Reskrim Polkasan Ciamis, Iptu Pramono Adi Sayang Buana, menyebut korban "diduga kuat merupakan korban pembunuhan" karena adanya luka fisik yang mencurigakan.

"Diduga korban pembunuhan. Ditemukan luka luar di bagian perut, ada dua lubang yang diduga akibat perbuatan orang," katanya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jejak Chat di HP, Kades Ciemias Terseret Kasus Sabu

Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani otopsi. Hasil otopsi diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian dan apakah ada zat tertentu dalam tubuhnya.

Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap pekerja informal di ruang publik Jawa Barat. Tahun lalu, seorang cleaning service di Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya juga ditemukan tewas dalam keadaan serupa, dengan polisi masih memburu pelaku.