Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

7 Maret 2026: Hari ke Berapa Puasa? Perbedaan Kemenag dan Muhammadiyah

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pada 7 Maret 2026, umat Muslim Indonesia memiliki perbedaan hitungan hari puasa Ramadhan: 17 hari menurut Kemenag, 18 hari menurut Muhammadiyah. Tokoh agama imbau toleransi dan fokus pada ketakwaan.

7 Maret 2026: Hari ke Berapa Puasa? Perbedaan Kemenag dan Muhammadiyah

Sabtu, 7 Maret 2026 memasuki tahap pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, dengan umat Muslim di Indonesia menghadapi perbedaan hitungan hari puasa antara dua kelompok utama. Keputusan otoritas agama yang berbeda menyebabkan selisih satu hari dalam perhitungan ibadah puasa yang dijalankan oleh warga muslim di seluruh wilayah nusantara.

Perbedaan Hitungan Hari Puasa Menurut Dua Otoritas Utama

Berdasarkan keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang menggunakan metode pengamatan hilal secara langsung (rukyat), awal puasa Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, pada Sabtu, 7 Maret 2026, umat yang mengikuti keputusan pemerintah sedang menjalani ibadah puasa ke-17.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dikelola oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Mereka memulai ibadah puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, satu hari lebih awal dibanding keputusan Kemenag. Akibatnya, pada 7 Maret 2026, warga yang mengikuti arahan PP Muhammadiyah sudah memasuki hari ke-18 puasa Ramadhan.

Menurut perhitungan PP Muhammadiyah, pada 4 Maret 2026 saja, umat mereka sudah menjalankan puasa ke-18, selisih satu hari dengan kelompok yang mengikuti Kemenag hingga tanggal tersebut.

Imbauan Toleransi dan Fokus pada Peningkatan Ibadah

Meskipun terdapat selisih satu hari dalam hitungan hari puasa, para tokoh agama di Indonesia mengimbau umat untuk tetap mengedepankan toleransi dan tidak mempermasalahkan perbedaan metode yang digunakan. Mereka menekankan bahwa fokus utama bulan suci Ramadhan adalah pencapaian ketakwaan, terlepas dari perbedaan dalam perhitungan awal puasa.

"Perbedaan dalam hitungan hari puasa adalah hal yang wajar dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan di antara umat Muslim. Kita harus tetap fokus pada meningkatkan kualitas ibadah, seperti sedekah, membaca Al-Quran, dan berdoa, demi meraih ridho Allah SWT," ujar seorang tokoh agama yang tidak diberi nama secara resmi.

Para tokoh juga menambahkan bahwa setiap umat bebas memilih mengikuti otoritas agama mana pun, asalkan dilakukan dengan niat yang tulus dan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Perkiraan Sisa Hari Puasa dan Hari Raya Idul Fitri

Berdasarkan keputusan Kemenag, Hari Raya Idul Fitri dijadwalkan jatuh pada 20 Maret 2026. Dari tanggal 7 Maret 2026, sisa hari puasa yang tersisa adalah 13 hari sebelum memasuki hari raya Idul Fitri.

Perlu dicatat bahwa perkiraan tanggal Idul Fitri ini dapat berubah tergantung pada hasil pengamatan hilal pada akhir bulan Ramadhan, meskipun keputusan Kemenag telah menetapkan tanggal tersebut berdasarkan sidang isbat awal.