Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Drone Houthi Dicegat di Selatan Makkah, Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak

Bandung · Oleh ·

Drone Houthi dicegat sistem pertahanan udara Saudi di selatan Makkah, 15 September malam. Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang terdampak, sementara Houthi membantah tuduhan menyerang situs suci Islam.

Drone Houthi Dicegat di Selatan Makkah, Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak

Arab Saudi mencegat sebuah drone di selatan Makkah, Selasa (15/9/2026) malam waktu setempat. Pencegatan dilakukan oleh Royal Saudi Air Defense Forces pada pukul 18.50 sebelum drone itu memasuki wilayah udara terbatas di atas kota suci tersebut.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi untuk Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyebut insiden itu sebagai upaya kedua kelompok Houthi yang menargetkan Makkah. Upaya sebelumnya terjadi pada 27 Juli 2017.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jamaah merupakan red line yang selalu kami jaga," kata Al-Maliki.

Baca Juga: LRT Jabodebek Uji Coba Keberangkatan Pagi 05.30 WIB Sediakan Koneksi ke Whoosh untuk Warga yang Akan ke Bandung

Dua Masjid Suci yang dimaksud adalah Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Makkah merupakan lokasi Kakbah, kiblat umat Islam di seluruh dunia, serta pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Kelompok Houthi membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Houthi Hazem al-Assad melalui akun X menyebut klaim itu sebagai kebohongan yang pernah digunakan sebelumnya. Sumber militer Houthi kepada kantor berita SABA juga menegaskan tidak ada ancaman yang diarahkan kepada Makkah maupun situs-situs suci Islam.

Konflik Yaman memanas sejak Houthi menguasai Sanaa pada 2014. Pada 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Gencatan senjata mediasi PBB pada April 2022 sempat menurunkan kekerasan, namun ketegangan kembali meningkat setelah Houthi pada Juli 2026 mengumumkan embargo maritim terhadap kapal-kapal terkait Saudi di Laut Merah.

Baca Juga: Igor Tolic Abaikan Rumor FC Seoul Turunkan Tim Lapis Dua Jelang Lawatan ke Seoul

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Heni Hamidah menyatakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak eskalasi di Saudi. Namun, otoritas Arab Saudi beberapa kali mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya di Makkah, Jeddah, dan Taif.

"Saudi Civil Defense menyampaikan bahwa situasi telah berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa," kata Heni.

Kemenlu tetap mengundang para WNI di Saudi untuk mengikuti instruksi resmi pemerintah Arab Saudi dan menghubungi perwakilan RI apabila dalam keadaan darurat.