62.000 Debitur Ikut Akad Massal KPR FLPP Secara Nasional
62.000 debitur ikuti akad massal KPR FLPP nasional. Penyaluran FLPP 2025 tertinggi sepanjang sejarah, 278.000 unit. BRI salurkan KPP Rp12,17 triliun.

Sebanyak 62.000 debitur mengikuti Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (30/7). Dari jumlah tersebut, 6.059 debitur berasal dari BRI.
Penyaluran rumah subsidi FLPP pada 2025 mencapai 278.000 unit. Angka ini menjadi tertinggi sepanjang sejarah program FLPP sejak launched pada 2010.
"Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. "Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit."
BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026. Pada periode Januari hingga 28 Juli 2026,-realisasi mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau 91,18% dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.
Pada acara yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar流向 227 debitur pengembang, dan sisi demand sebesar Rp572 miliar流向 6.873 debitur.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan dunia usaha dalam memperluas penyediaan rumah bagi masyarakat.
"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif," kata Presiden Prabowo. "Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar."
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan perbankan tersebut terus memperluas pembiayaan perumahan melalui berbagai skema.
"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha," kata Hery. "BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Dukungan BRI terhadap ekosistem perumahan tidak hanya melalui KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah. perbankan tersebut juga menyalurkan Kredit Program Perumahan bagi pengembang dan Kredit Usaha Rakyat Perumahan.
Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, perwakilan kementerian dan lembaga, BP Tapera, perbankan penyalur FLPP, serta pengembang perumahan.