Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

400 Perajin Tahu Tempe Tasikmalaya Terpaksa Pangkas Produksi Imbas Harga Kedelai Melonjak Rp2.000 per Kg

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

400 perajin tahu tempe Tasikmalaya paksa pangkas produksi dari 4 kwintal jadi 3 kwintal imbas harga kedelai impor melonjak dari Rp9.200 ke Rp11.100 per kg karena pelemahan rupiah.

400 Perajin Tahu Tempe Tasikmalaya Terpaksa Pangkas Produksi Imbas Harga Kedelai Melonjak Rp2.000 per Kg

Sebanyak 400 perajin tahu tempe di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tengah menghadapi tekanan berat akibat melonjaknya harga kedelai impor. Para pelaku usaha ini kini harus memangkas kapasitas produksi mereka untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Lonjakan Harga Kedelai hingga Rp11.100 per Kg

Harga kedelai impor mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya Rp9.200 menjadi Rp11.100 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp2.000 per kg ini berdampak pada biaya produksi perajin tahu tempe di wilayah Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Bulan Purnama Sturgeon Puncaknya 28 Agustus 2026

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama penyebab naiknya harga kedelai impor. Kondisi ini membuat para perajin semakin terjepit karena bahan baku utama mereka menjadi jauh lebih mahal dari sebelumnya.

"Kenaikan kedelai membuat seluruh pabrik maupun perajin di Tasikmalaya harus mengurangi produksi dan menaikan harga," tutur Imin Muslimin, anggota Himpunan Perajin Tahu dan Tempe Tasikmalaya.

Perajin Paksa Kurangi Produksi

Dampak langsung dari kenaikan harga kedelai terasa pada kapasitas produksi. Dari yang sebelumnya mampu memproduksi 4 kwintal per hari, kini mayoritas perajin hanya mampu memproduksi 3 kwintal. Pengurangan ini dilakukan untuk menyesuaikan biaya produksi yang membengkak.

Baca Juga: Polres Garut Gencarkan Razia Knalpot Bising, Kendaraan Terjaring Dibawa ke Mako untuk Penggantian

Untuk menutupi kenaikan biaya produksi, para perajin sepakat menaikkan harga jual tahu dan tempe berkisar Rp50 hingga Rp100 per buah. Kendati demikian, volume penjualan ke pasar tradisional diklaim tetap normal.

Langkah konkret dari Pemerintah Kota

Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengakui telah menampung keluhan dari para pelaku usaha tahu tempe. Pihaknya akan mengambil langkah strategis untuk membantu perajin.

Beberapa langkah yang akan ditempuh antara lain:

"Kami akan menyerap aspirasi dari perwakilan pelaku usaha tahu tempe. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas KopUMKMPerindag Kota Tasikmalaya," jelas Diky.

Kendala Fiskal Daerah

Kendati memiliki niat membantu, Diky mengakui kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini belum memungkinkan untuk memberikan bantuan langsung kepada pelaku usaha. Namun pemerintah tetap berkomitmen mencari jalan keluar terbaik.

"Hasil pembahasan akan menentukan langkah lanjutan. Selain itu, jika memungkinkan kami akan mengajukan permintaan bantuan ke Kementerian Perindustrian dan kementerian terkait," tegas Diky.

Perajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang membantu meringankan beban mereka. Dengan 400 pabrik dan perajin yang bergantung pada usaha tahu tempe, dampak ekonomi dari kenaikan harga kedelai ini sangat luas.

Langkah FGD lintas sektor yang diagendakan pemerintah diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata yang bisa meringankan beban para pelaku usaha kecil di sektor pengolahan kedelai.