Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

4 Maret 2026: Cek Berapa Hari Puasa Umat Muslim di Bandung dan Indonesia

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pada 4 Maret 2026, umat Muslim di Bandung dan Indonesia memiliki perbedaan satu hari hitungan puasa: Kemenag catat hari ke-14, Muhammadiyah hari ke-15. Tokoh agama imbau toleransi dan fokus pada ketakwaan.

4 Maret 2026: Cek Berapa Hari Puasa Umat Muslim di Bandung dan Indonesia

Pada Rabu, 4 Maret 2026, umat Muslim di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Bandung memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 H. Namun, terdapat perbedaan satu hari dalam hitungan hari puasa yang dijalani, tergantung pada otoritas agama yang diikuti. Sebagian jemaah mengikuti keputusan Pemerintah, sementara sebagian lainnya mengikuti pedoman Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Hitungan Hari Puasa Menurut Kementerian Agama (Kemenag)

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil Sidang Isbat yang mengacu pada metode pengamatan hilal (rukyat). Sidang Isbat sendiri merupakan rapat rutin yang diadakan oleh Kemenag untuk menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dhuqa, dengan mengumpulkan laporan pengamatan hilal dari seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.

Dengan demikian, pada tanggal 4 Maret 2026, umat yang mengikuti keputusan pemerintah di Bandung dan seluruh Indonesia telah menjalani ibadah puasa selama 14 hari penuh.

Perbedaan Hitungan Hari Puasa Menurut PP Muhammadiyah

Sebaliknya, PP Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dikelola oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan kapan hilal terlihat, tanpa harus menunggu pengamatan di lapangan. Akibatnya, Muhammadiyah menetapkan awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, satu hari lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah.

Pada tanggal 4 Maret 2026, warga Muhammadiyah di Bandung dan seluruh Indonesia telah memasuki hari ke-15 ibadah puasa. Perbedaan satu hari ini menjadi hal yang umum terjadi setiap tahun, karena perbedaan dalam metode penentuan awal Ramadhan yang dianut oleh kedua lembaga agama utama di Indonesia.

Imbauan Toleransi dan Fokus pada Ibadah

Para tokoh agama di Indonesia, termasuk di Bandung, telah mengimbau umat Muslim untuk tidak mempermasalahkan perbedaan hitungan hari puasa. Mereka menekankan bahwa fokus utama dari bulan Ramadhan adalah pencapaian ketakwaan, bukan perbedaan metode yang digunakan.

"Perbedaan hari puasa bukanlah hal yang harus memecah belah umat. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan ridho Allah SWT."

>

— Tokoh Agama Jawa Barat

Para ulama juga menyarankan agar umat tetap menjaga silaturahmi, membantu sesama, dan fokus pada amal baik selama sisa bulan Ramadhan, terlepas dari perbedaan dalam hitungan hari puasa. Toleransi dan saling menghormati menjadi kunci untuk menjalankan bulan suci ini dengan baik.

Informasi Tambahan untuk Umat Muslim di Bandung

Untuk memudahkan umat Muslim di Bandung dalam menjalankan ibadah puasa pada tanggal 4 Maret 2026, berikut adalah beberapa informasi tambahan yang dapat diakses: