30 Pemuda RW 01 Mekarjaya Belajar Bikin Website, Instrukturnya Satu RT dengan Peserta
30 Pemuda RW 01 Mekarjaya Belajar Bikin Website Lewat Dana Kelurahan. Instrukturnya Raihan dari RT yang sama, bukti keterampilan bisa tumbuh dari komunitas sendiri.

PULUHAN pemuda di RW 01 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, kini punya bekal keterampilan baru. Mereka lulus dari pelatihan pembuatan website yang diselenggarakan Karang Taruna RW 01, Senin (14/9/2026). Jumlah pesertanya 30 orang.
Yang membedakan pelatihan ini dari biasanya adalah siapa yang berdiri di depan kelas. Instruksinya bukan datang dari luar lingkungan, melainkan Raihan, warga RT 07 RW 01 yang sama dengan peserta lainnya.
Raihan sehari-harinya aktif di kepengurusan Karang Taruna. Tanpa didatangkan dari lembaga kursus atau komunitas besar, ia dipercaya membagikan ilmunya sendiri kepada rekan-rekan pemuda di lingkungannya.
Baca Juga: Delapan Mobil Pemadam Padamkan Kebakaran TPS Punclut Bandung di Meda Sulit
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dunia terus berubah, jangan sampai kita tertinggal. Keterampilan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar kita mampu bersaing," kata Heri H Usman, Ketua Karang Taruna RW 01, saat membuka pelatihan di kediamannya, Jalan Kemuliaan RT 06 RW 01.
Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Kelurahan yang dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda di tingkat RW. Pelatihan berlangsung selama satu hari dengan materi dasar pembuatan website.
"Sungguh membanggakan, hari ini kita melihat warga kita sendiri yang berdiri di depan untuk membagikan ilmu. Inilah pemberdayaan sesungguhnya, dari kita, oleh kita, untuk kemajuan kita," tutur Ketua RW 01.
Baca Juga: KONI Dukung Kepengurusan PB ESI 2026-2030, Indonesia Bidik Jadi Pusat Esports Asia
Bagi pembaca di Bandung dan wilayah Jawa Barat, model pelatihan seperti ini bisa jadi referensi. Program pemerintah seperti Dana Kelurahan ternyata bisa dijalankan dengan melibatkan potensi warga sekitar, bukan harus bergantung pada konsultan atau培训机构 dari luar kota.
Raihan menunjukkan bahwa keterampilan dan kapasitas bisa tumbuh dari dalam komunitas sendiri. Pelatihan yang biasa menelan biaya jutaan jika memakai instruktur profesional itu akhirnya bisa direalisasikan dengan sumber daya yang sudah ada di lingkungan RT dan RW.