257.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke 30.021 Jiwa Terdampak Kekeringan di 19 Kecamatan Tasikmalaya
5.980 keluarga di 86 desa Tasikmalaya terdampak kekeringan, 257.000 liter air bersih sudah dibagikan untuk 30.021 jiwa di 19 kecamatan

Warga Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mulai bulan April harus merogoh kantong untuk membeli air isi ulang. Satu galon air bersih mereka beli Rp15 ribu untuk kebutuhan memasak, minum, mandi, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Sumur yang biasa mereka gali sendiri mengering sejak musim kemarau melanda wilayah itu.
Nasib serupa menimpa ribuan keluarga di pelosok Tasikmalaya. Total 5.980 kepala keluarga atau sekitar 30.021 jiwa di 86 desa tersebar di 19 kecamatan kini bergantung pada bantuan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya mencatat sudah menyalurkan 257.000 liter air bersih sejak masa siaga darurat bencana ditetapkan hingga September.
Krisis air bersih di Tasikmalaya bukan sekadar dampak kemarau biasa. Menurut BPBD, ada tiga faktor yang memperparah situasi. Pertama, kerusakan lingkungan menyebabkan debit air tanah menurun. Kedua, belum ada jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) maupun program Pamsimas yang menjangkau desa-desa terdampak. Ketiga, perubahan iklim memicu kemarau lebih panjang dari biasanya.
Koordinasi antar lembaga cukup luas untuk memenuhi kebutuhan air warga. BPBD bekerja sama dengan TNI, Polri, Perumda Tirta Tirta Sukapura, Arta Galunggung, Dinsos, PMI, dan Paguyuban Tionghoa dalam distribusi. Pasokan air bersih berasal dari Perumda Tirta Sukapura yang siap melayani setiap waktu.
Dampak kekeringan merembet ke sektor pertanian. Lahan pertanian di sejumlah desa mengalami gagal tanam dan gagal panen karena tidak ada air untuk mengairi sawah. Warga berharap hujan turun di Agustus agar musim tanam berikutnya bisa dimulai.
Distribusi air bersih dari BPBD masih terus berjalan sesuai permintaan masyarakat di setiap desa. Sebagai gambaran skala penanganan,神county tetangga seperti Kuningan pernah menyalurkan 24.000 liter air bersih untuk dua hari ke warga terdampak di Kecamatan Garawangi.ioni juga tercatat dalam distribusi air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan di Ciamis dengan volume 5.000 liter.
Hingga masa siaga darurat September nanti, warga di 86 desa tersebut masih harus bertahan dengan pasokan air yang terbatas. Mereka yang memiliki uang cukup bisa membeli air galon. Sementara keluarga kurang mampu menunggu distribusi dari BPBD yang datang tidak setiap hari.