2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Amankan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Bandung
Sebanyak 2.300 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Bandung, dengan pengamanan di 20 titik strategis untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Pada Kamis, 11 Juni 2026, ribuan personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di halaman Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Kepala Kepolisian Restorasi Kota Bandung (Kapolrestabes Bandung) Kombes Dedi Supriyadi mengkonfirmasi bahwa total personel yang diterjunkan mencapai 2.300 orang, yang terdiri dari unsur kepolisian, Brimob, dan TNI.
Sebaran Personel di Berbagai Titik Strategis
Personel yang diterjunkan tidak hanya difokuskan di lokasi aksi utama, yaitu halaman Gedung DPRD Jabar. Menurut Dedi, tim pengaman telah disebar ke sejumlah titik strategis lain di Kota Bandung sebagai antisipasi timbulnya gangguan keamanan dan gangguan arus lalu lintas. Menurut pantauan selama aksi berlangsung, beberapa unit kepolisian khusus telah diposisikan di lokasi-lokasi strategis:
- Simpang Jalan Diponegoro: Dijaga oleh personel Satuan Sabhara dengan membuat barikade untuk mengontrol arus lalu lintas
- Kawasan Gedung Sate: Ditempati oleh personel Brimob yang siap siaga
- Simpang Trunojoyo-Ariajipang: Dijaga oleh detasemen TNI
- Samping Gedung DPRD Jabar: Didukung oleh personel Satuan Dalmas
Selain itu, pihak kepolisian juga menempatkan personel di 20 titik vital lainnya di Kota Bandung untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan situasi kota tetap kondusif selama aksi berlangsung. Dedi menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan kemungkinan pergerakan massa ke lokasi lain selama aksi berlangsung.
Pernyataan Resmi Dari Kepolisian
Dalam keterangan persnya, Dedi Supriyadi menyatakan bahwa jumlah personel yang diterjunkan dianggap cukup untuk menangani situasi. Ia juga menegaskan bahwa seluruh personel telah memahami pola pengamanan dan prosedur yang harus dijalankan di lapangan. "Saya kira cukup personel dikerahkan, kemudian cara bertindak di lapangan sudah paham dan kita mohon doanya dan kerjasamanya agar Bandung ini tetap aman, tetap kondusif, dicintai oleh rakyat Bandung sendiri," ujar Dedi. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kelancaran aksi unjuk rasa tanpa menekan hak-hak masyarakat.
Penghormatan Terhadap Hak Bersuara
Dedi menambahkan bahwa pihaknya tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, asalkan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. "Silakan saja, sah-sah saja melakukan penyampaian pendapat seperti itu," katanya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan kedamaian selama aksi berlangsung, agar tidak terjadi gangguan terhadap aktivitas warga lain.
Situasi di Kota Bandung saat ini terlihat kondusif, dengan personel pengaman yang terus berjaga di titik-titik yang telah ditentukan. Aksi unjuk rasa mahasiswa ini diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan tertib sesuai prosedur yang berlaku.