Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

152 Suspek Flu Singapura di Bandung Barat: Pahami Gejala dan Penularan 4F

KBB · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

152 suspek Flu Singapura di Bandung Barat, gejala meliputi bercak merah dan sariawan. Penularan lewat 4F, Dinkes imbau jaga kebersihan.

152 Suspek Flu Singapura di Bandung Barat: Pahami Gejala dan Penularan 4F

Lonjakan Kasus Suspek HFMD di Bandung Barat

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mencatat 152 kasus suspek Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) berdasarkan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat hingga Juni 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bandung Barat, Enung Masruroh, mengungkapkan bahwa seluruh kasus masih berstatus suspek dan belum ada yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Landbouw Maatschappij Tjimangsoed Dirikan Perkebunan Cimangsud pada 13 November 1907 di Cipatat

"Berdasarkan laporan sudah tercatat ada sebanyak 152 kasus suspek. Tapi sampai saat ini belum ada laporan kasus yang terkonfirmasi positif Flu Singapura," katanya.

Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat diminta memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini. Gejala HFMD umumnya ditandai dengan:

Baca Juga: Asep Ismail Ingatkan ASN Bandung Barat untuk Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Enung menjelaskan bahwa HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya apabila penderita memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Penularan Lewat 4 Jalur Utama

Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui empat jalur utama yang dikenal dengan istilah 4F:

Potensi Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meskipun umumnya ringan, masyarakat tetap diminta waspada karena HFMD dapat menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi, terutama apabila sariawan yang dialami cukup parah sehingga mengganggu kemampuan makan dan minum penderita.

Kendala Pemeriksaan Laboratorium

Enung menjelaskan bahwa hingga kini belum dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan status positif HFMD. Hal ini disebabkan keterbatasan sarana pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk mendeteksi penyakit tersebut secara pasti.

"Untuk memastikan seseorang positif HFMD diperlukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Namun pemeriksaan itu belum dilakukan karena terkendala alat," jelas Enung.

Imbauan Pencegahan untuk Masyarakat

Dinkes Bandung Barat menegaskan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah penularan penyakit tersebut, antara lain:

Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala-gejala Flu Singapura pada anak atau anggota keluarga lainnya.