150 Karya Seni dari Sampah Daur Ulang, Ajak Warga Bandung Lestarikan Biodiversitas Perkotaan
Pameran Biodivercity di Bandung Creative Hub menampilkan 150 karya keanekaragaman hayati dari sampah daur ulang, edukasi masyarakat tentang pentingnya ekosistem kota.

Pameran Biodivercity Angkat Isu Biodiversitas Perkotaan Lewat Seni Daur Ulang
Pameran seni bertema biodiversitas perkotaan berhasil menarik perhatian puluhan pengunjung di Bandung Creative Hub, Jawa Barat, pada Minggu (21/6/2026). Mengusung tema Biodivercity, acara ini menampilkan 150 karya seni yang seluruhnya terbuat dari sampah daur ulang.
Bukan sekadar pameran biasa. Setiap karya yang dipamerkan merepresentasikan keberadaan pohon, burung, serangga, amfibi, hingga reptil yang hidup di tengah kota. Tujuannya jelas: menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keanekaragaman hayati di lingkungan perkotaan bukanlah sesuatu yang sepele.
Kolaborasi Dua Yayasan untuk Lingkungan
Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan Yayasan Kehati. Kedua lembaga ini memiliki visi serupa dalam upaya pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan seni dan edukasi.
"Kami ingin menyampaikan pesan pelestarian biodiversitas dengan cara yang mudah dipahami. Melalui karya seni dari bahan daur ulang, kami berharap masyarakat bisa langsung memahami bahwa setiap makhluk hidup di kota memiliki peran penting," ujar perwakilan penyelenggara.
Pendekatan ini dianggap efektif karena menggabungkan unsur kreativitas, seni, dan kesadaran lingkungan dalam satu paket yang menarik.
Sampah Daur Ulang Menjadi Media Edukasi
Yang menjadikan pameran ini unik adalah proses kreatif di balik setiap karya. Para seniman dan peserta mengubah limbah yang umumnya dianggap tidak bernilai menjadi representasivisual makhluk hidup di sekitar kita.
Proses ini memiliki dua manfaat sekaligus:
- Mengurangi limbah yang berakhir di TPA dengan memanfaatkan kembali bahan bekas
- Menumbuhkan empati terhadap lingkungan hidup melalui karya seni yang menyentuh emosi penonton
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya melihat karya, tetapi juga memahami bahwa tindakan kecil seperti mendaur ulang sampah dapat berdampak besar bagi ekosistem.
Biodiversitas Perkotaan, Mengapa Penting?
Banyak warga kota yang tidak menyadari bahwa lingkungan perkotaan merupakan rumah bagi ratusan spesies makhluk hidup. Pohon-pohon di tepi jalan, burung di taman kota, kupu-kupu di halaman rumah, hingga kodok di saluran air — semuanya membentuk jaringan ekosistem yang menopang kualitas hidup manusia.
Keberadaan ruang terbuka hijau, taman kota, dan area perairan di kawasan perkotaan menjadi habitat vital bagi spesies-spesies ini. Ketika biodiversitas menurun, dampaknya langsung terasa pada:
- Kualitas udara yang semakin menurun tanpa pepohonan penghasil oksigen
- Polusi suara yang tidak bisa diredam karena hilangnya burung dan serangga pendiam
- Erosi tanah dan genangan air akibat berkurangnya vegetasi penyerap
- Keseimbangan ekosistem yang terganggu secara keseluruhan
Pameran Biodivercity hadir sebagai pengingat bahwa menjaga biodiversitas perkotaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan.
Bandung sebagai Contoh Konservasi Kota
Kota Bandung selama beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan ruang hijau dan program edukasi lingkungan. Pameran ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut.
Berbagai komunitas seni dan lingkungan di Bandung terus berinovasi dalam menyampaikan pesan konservasi. Dengan melibatkan generasi muda melalui karya kreatif, semangat pelestarian lingkungan diharapkan bisa tertanam sejak dini.
Pameran yang berlangsung di Bandung Creative Hub ini membuktikan bahwa seni dan lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru sebaliknya, keduanya bisa saling melengkapi untuk menciptakan kesadaran kolektif yang lebih kuat.
Pesan untuk Masyarakat
Biodiversitas bukan hanya soal hutan lebat atau suaka margasatwa yang jauh di pedalaman. Biodiversitas juga ada di depan mata kita — di taman kota, di pekarangan rumah, bahkan di balik tembok gedung pencakar langit.
Setiap warga kota memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ini. Langkah sederhana seperti menanam pohon, tidak membakar sampah sembarangan, mengurangi plastik sekali pakai, dan menghargai ruang terbuka hijau sudah memberikan kontribusi nyata bagi kelangsungan biodiversitas perkotaan.
Pameran Biodivercity menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil yang kreatif dan penuh makna.