Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Zaenal Abidin Ajak Santri di Bekasi Perkuat Ukhuwah dan Perhatikan Anak Yatim saat Hari Santri

Bandung · Oleh ·

Ketua Umum AOB Zaenal Abidin meminta Santri Bekasi memperkuat ukhuwah serta meningkatkan perhatian pada anak yatim dan dhuafa di Hari Santri 2026

Zaenal Abidin Ajak Santri di Bekasi Perkuat Ukhuwah dan Perhatikan Anak Yatim saat Hari Santri

Pesan Zaenal Abidin untuk Hari Santri

Anak yatim, kaum dhuafa, dan kepala keluarga pesantren di Kabupaten dan Kota Bekasi menjadi sasaran utama imbauan Hari Santri Nasional 2026. Pesan itu disampaikan H. Zaenal Abidin, S.E., Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi (AOB), pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Zaenal menilai kekuatan seorang santri tidak hanya dari keluasan ilmu, tetapi juga dari keteguhan iman, kemuliaan akhlak, keikhlasan beramal, dan kesungguhan memberi manfaat kepada sesama.

"Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan kekuatan kepada seluruh santri Indonesia dalam menuntut ilmu, menjaga akhlakul karimah, serta mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin."

Ia memaknai Hari Santri sebagai pengingat bahwa adab sebelum ilmu, penghormatan kepada guru, kesederhanaan, dan kesabaran adalah fondasi generasi yang berilmu dan berkarakter. Zaenal membagi ukhuwah yang perlu dijaga menjadi tiga lapis, yaitu ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah. Di Bekasi yang latar sosial, budaya, dan keagamaannya beragam, ia menawarkan musyawarah, kebijaksanaan, dan sikap saling menghormati sebagai jalan menyelesaikan persoalan.

Baca Juga: Yanuar Budinorman dan Castam dituntut 18 tahun bui atas korupsi ayam dan daging kerbau BUMD PT BDS Rp 128,5 miliar

Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 sebagai hari libur nasional dan tidak masuk sebagai hari bebas libur bersama. Tanggal nasional 22 November 2026 jatuh pada Minggu, sedangkan peringatan di Bekasi dilangsungkan lebih awal pada 22 Oktober 2026. Bagi pembaca di Bandung Raya dan kota-kota lain di Jawa Barat, yang perlu dibedakan adalah kegiatan peringatan di daerah masing-masing dengan hari libur nasional yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.

Secara praktis, minggu ini tidak ada perubahan jadwal layanan publik yang diumumkan lewat peringatan ini. Yang bergerak adalah agenda keagamaan di masjid-masjid dan pesantren, berikut dorongan AOB agar organisasi kemasyarakatan turun tangan membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan. Pernyataan itu belum dirinci dalam bentuk program, jadwal kegiatan, atau anggaran, sehingga peran nyata ormas akan terlihat dari kegiatan yang mereka jalankan sendiri.

Santri dan Keamanan di Jawa Barat

Peringatan yang sama berlangsung di Karawang. Dalam peluang itu, Adin Jaelani Sopian menyoroti perpaduan iman, ilmu, dan literasi digital bagi Santri Karawang. Zaenal Abidin sendiri meminta generasi muda mengombinasikan ilmu agama dengan penguasaan teknologi dan keterampilan modern, supaya kemajuan zaman tidak menjauhkan mereka dari nilai ketakwaan.

Baca Juga: Persib Bandung Kejar Poin Penuh Lawan Garudayaksa FC di Pakansari Usai Kalah 0-1 dari Madura United

Potret yang berbeda muncul dari sisi keamanan. Dalam peringatan di wisuda Untar di Bandung, Kepala Badan Narkotika Nasional menyebut narkotika sebagai salah satu hambatan menuju Indonesia Emas 2045, seperti pada liputan Kepala BNN di Wisuda Untar. Dua pernyataan itu bertemu pada satu titik, yaitu anak muda yang tinggal dan belajar di pesantren.

Bagi keluarga yang tinggal di sekitar pesantren, kedua pesan itu masuk ke daftar yang perlu dipantau orang tua, mulai dari pencegahan narkotika sampai kemampuan anak membaca informasi yang beredar di media sosial. Zaenal sendiri menilai nilai keislaman akan bermakna ketika diwujudkan dalam tutur kata yang santun dan perilaku yang amanah.

Ia juga menempatkan kemuliaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan dan kekuatan ekonomi, tetapi juga dari keluhuran akhlak, tegaknya keadilan, dan hadirnya kepedulian terhadap sesama.

"Semoga Allah SWT menjadikan para santri sebagai generasi penerus yang istiqamah dalam iman, istiqamah dalam menuntut ilmu, dan istiqamah dalam mengabdi kepada umat serta bangsa. Sebab, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara lahiriah, tetapi juga bangsa yang masyarakatnya beriman, berakhlak mulia, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan."