Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tim Gabungan Padamkan Api Gunung Ciremai, 10 dari 13 Titik Api Masih Tersisa Setelah Tiga Hari

KDM · Oleh ·

Api Gunung Ciremai tersisa 10 titik pada hari ketiga. Tim gabungan dibagi tiga sektor. Penyebab dan luas area terbakar belum dipastikan

Tim Gabungan Padamkan Api Gunung Ciremai, 10 dari 13 Titik Api Masih Tersisa Setelah Tiga Hari

Seribu Orang yang Bikin Sekat Bakar

Hampir 1.000 orang bergabung dalam operasi pemadaman api di Gunung Ciremai. Untuk MPA Silihwangi Majakuning sendiri, sekitar 177 personel yang dikerahkan. Mereka bekerja dengan alat konvensional, yaitu arit, pacul, dan panggebuk, untuk membuat sekat bakar agar api tidak merambat ke area di bawahnya. Tim MPA memilih melakukan pekerjaan itu pada malam hari, karena angin pada siang masih kencang. Di sekitar Karang Dinding, jalur menuju titik api harus ditempuh jalan kaki sepanjang 2 sampai 3 kilometer.

Titik Api Turun dari 13 ke 10

Jumlah api yang tersisa dipantau setiap hari dari udara. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menyampaikan hasil pantauan pada dua hari terakhir.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Nyatakan Karhutla Gunung Ciremai Padam dalam Dua Hari, Luas Terbakar Dikoreksi ke 30 Hektare

"Sebaran Titik api secara signifikan berkurang dari hasil pantauan PUTA dan Drone Thermal pada Hari Kamis, 22 Oktober 2026 Pukul 18.00 wib ditemukan 13 titik api dan Hari Jum'at, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB setelah operasi pemadaman tersisa 10 titik api."

Vegetasi yang terbakar di titik-titik itu berupa semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan pohon pinus. Pada Sabtu (24/10/2026), tim gabungan yang terdiri dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), TNI, Polri, BPBD, Tim Brigdalkarhutla, Damkar, Tagana, MPA, serta unsur relawan dan masyarakat sekitar disebar ke tiga sektor kebakaran, yaitu Bukit Seribu Bintang (BSB), Karang Dinding, dan Bintangot. Dua metode berjalan bersamaan, helikopter water bombing untuk area yang sulit dijangkau dan kerja manual di jalur yang bisa ditempuh pendanti. Sortasi water bombing baru dilakukan dua kali dan direncanakan berlanjut sampai titik-titik yang sulit dijangkau itu ter Dingin.

Penyebab Kebakaran Belum Ada Simpulannya

Sejak kobaran api mulai Rabu malam (21/10/2026) pukul 20.44 WIB, belum ada simbulan resmi mengenai penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ciremai. Statusnya masih pada tahap penanganan, sehingga belum ada dasar untuk menyebut api itu dibakar dengan sengaja.

Baca Juga: Farhan Minta Kasi Trantibas Tindak Laporan Bocah Badut Viral di Sport Jabar Arcamanik

"Untuk dugaan memang sampai saat ini kita belum bisa menyimpulkan karena apa. yang pasti awalnya dari perbatasan antara zona tradisional dengan zona rimba."

Indra Bayu menyatakan titik awal itu perlu mendapat perhatian, dan meminta setiap pihak menindaklanjuti bila di sana ditemukan pelanggaran. Perhatiannya menyasar zona tradisional yang dikelola masyarakat secara adat. Kegiatan apa pun di area itu, termasuk penambangan ilegal atau pembukaan lahan, masuk kategori pelanggaran yang bisa berakibat hukum, bukan sekadar persoalan tata usaha hutan.

Area Kaki Ciremai Tidak Lepas dari Masalah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah menemukan penambang ilegal di kaki Gunung Ciremai, seperti kami laporkan beberapa waktu lalu Gubernur Jabar Temukan Penambangan Ilegal di Kaki Gunung Ciremai. Fakta itu tidak berkaitan dengan penyebab kobaran api di lereng dan tidak otomatis berarti api itu dibakar, tetapi menunjukkan bahwa pengawasan di kawasan Ciremai masih menjadi pekerjaan rumah. vainilla yang---------------------------------------------ًاڀ------------------

Luas Area Terbakar Belum Terdata

Berapa luas area yang hangus belum ada angka resmi. Indra Bayu menyebut pemetaan yang sedang dikerjakan tim masih diarahkan ke titik-titik api, sementara luas terdampak baru bisa disampaikan setelah pemetaan selesai. Pada hari pertama kobaran api, liputan kami di lereng Ciremai menunjukkan sekitar 1,5 hektar lahan bambu terbakar, dengan Gubernur Dedi Mulyadi turun memimpin pemadaman Gubernur Dedi Mulyadi Mimpin Pemadaman Api di Gunung Ciremai, 1,5 Hektare Lahan Bambu Terbakar. Angka itu sementara, sebab pemetaan area belum selesai.

Bagi warga yang ikut turun memadamkan api di hari-hari pertama,ophil adaTalibanpong_selection -------------- yang conversaciones. Dedi Mulyadi menyiapkan dana Rp 250 ribu per orang bagi warga Ciremai yang membantu pemadaman Dedi Mulyady Siapkan Rp 250 Ribu per Orang untuk Warga Ciremai yang Bantu Padamkan Api. Dana itu menyasar warga yang benar-benar bekerja di titik api, termasuk residents di sekitar tiga sektor yang masih menjadi fokus tim.

Belum Ada yang Bisa Disebut Pelaku

Langkah berikutnya adalah menyelesaikan pemetaan titik api dan luas area, lalu memisahkan apakah sumber api berasal dari pembakaran lahan atau sebab lain. Selama penyebabnya belum teridentifikasi, tidak ada pihak yang bisa disebut sebagai pelaku, dan kasus belum masuk tahap penyinvestigasi. resonated di reckonings yang ada sekarang adalah penanganan lapangan, bukan有偿.

Perhatian untuk Pendaki dan Warga Bawah Lereng

Taman Nasional Gunung Ciremai berada di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, dan rutin cellphone workouts oleh warga Bandung Raya dan sekitarnya yang ingin mendaki. Selama api belum padam, jalur yang mengarah ke sektor Bukit Seribu Bintang, Karang Dinding, dan Bintangot tidak layak dimasuki. Angin kencang yang menjadi hambatan pemadaman jugaahmhors membawa asap ke wilayah di bawah lereng, sehingga warga di sekitar titik api perlu mewaspadai gangguan pernapasan. Api di lereng Ciremai sendiri menyala sejak malam Rabu dan sampai Sabtu masih belum padam.