Taman Safari Indonesia Siap Ikut Lelang Kebun Binatang Bandung
Taman Safari Indonesia siap ikut lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung dengan komitmen pada konservasi, kesejahteraan satwa, dan tata kelola profesional. Perusahaan menunggu kejelasan tahapan selanjutnya dari Pemerintah Kota Bandung.

Taman Safari Indonesia (TSI) telah mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan pada konservasi satwa, kesejahteraan hewan, dan tata kelola lembaga konservasi yang profesional dan berkelanjutan.
Foto: Dokumentasi resmi kegiatan
Tahapan Awal dan Tindak Lanjut Proses Lelang
Perusahaan telah mengikuti tahapan awal yang difasilitasi Pemerintah Kota Bandung, termasuk partisipasi dalam forum Market Sounding yang diadakan oleh pemerintah kota. Dalam forum tersebut, pemerintah telah menyampaikan rencana tindak lanjut proses pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Namun hingga saat ini, TSI masih menunggu kejelasan resmi mengenai tahapan selanjutnya dari pihak berwenang.
TSI menegaskan bahwa ia siap memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam lelang ini, asalkan prosesnya berjalan sesuai prinsip good corporate governance yang transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan setara bagi semua pihak yang memiliki kapasitas serta komitmen pada pengelolaan lembaga konservasi secara profesional.
Prinsip Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Direktur Utama TSI Aswin Sumampau menyatakan bahwa pengelolaan lembaga konservasi bukan hanya soal operasional sehari-hari, melainkan amanah jangka panjang yang meliputi beberapa aspek krusial:
- Kesejahteraan satwa yang terjamin dan sesuai standar internasional
- Program edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran konservasi
- Kepatuhan penuh terhadap semua regulasi yang berlaku
- Keberlanjutan institusi jangka panjang
"Bagi kami, pengelolaan lembaga konservasi bukan semata persoalan operasional, tetapi juga amanah jangka panjang yang berkaitan dengan kesejahteraan satwa, aspek edukasi publik, kepatuhan pada regulasi, serta keberlanjutan institusi. Karena itu, proses pengelolaan harus dilakukan secara bijak, terukur, dan mengedepankan kepentingan konservasi," — Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau, Rabu (6/5/2026)
Prioritas Utama: Kesejahteraan dan Keselamatan Satwa
Sebagai lembaga konservasi yang telah beroperasi selama puluhan tahun, TSI menegaskan bahwa kesejahteraan satwa merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh satwa yang dikelola mendapatkan standar perawatan, kesehatan, dan kesejahteraan yang sesuai dengan prinsip animal welfare dan ketentuan konservasi yang berlaku.
"Fokus utama kami adalah memastikan seluruh keputusan yang diambil tetap menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama, dengan tetap menghormati proses, kewenangan regulator, dan ketentuan berlaku," tambah Aswin.
Tanggung jawab ini bukan hanya kewajiban operasional, tetapi juga kepercayaan yang harus dijaga secara profesional dan berkelanjutan oleh setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan lembaga konservasi.
Potensi Pengembangan Kebun Binatang Bandung
Dengan rekam jejak lebih dari 40 tahun dalam pengelolaan lembaga konservasi di Indonesia, TSI melihat potensi besar Kebun Binatang Bandung untuk berkembang menjadi lembaga konservasi modern berstandar internasional. Perusahaan berencana untuk mempertahankan nilai sejarah dan kedekatan Kebun Binatang Bandung dengan masyarakat Kota Bandung, sambil meningkatkan fasilitas dan program konservasi yang ada.
Hal ini akan membuat Kebun Binatang Bandung menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik, serta pusat konservasi satwa yang terpercaya di wilayah Jawa Barat.
Kepastian Pengelolaan sebagai Syarat Penting
Aswin juga menegaskan bahwa kepastian proses pengelolaan menjadi hal krusial pada saat ini. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa terdapat sejumlah satwa yang dipercayakan negara kepada TSI dan ditempatkan di Kebun Binatang Bandung berdasarkan mekanisme yang berlaku.
"Dalam konteks tersebut, kepastian pengelolaan menjadi syarat utama untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan satwa-satwa tersebut," pungkas Aswin.
Perusahaan berharap bahwa Pemerintah Kota Bandung dapat segera mengumumkan tahapan selanjutnya dari proses lelang ini, sehingga semua pihak yang terlibat dapat melanjutkan persiapan dengan baik.
Berita Terkait
- Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung, Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan
- Seekor Anak Banteng Jantan Lahir di Taman Nasional Baluran