Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Siswa SMP Taruna Bakti Pertama Kali Tur Jalur Pemain di GBLA

Bola · Oleh Aditya Pratama · · Diperbarui 2 Maret 2026

Puluhan siswa kelas VII E SMP Taruna Bakti Kota Bandung mendapatkan pengalaman unik pertama kali jelajahi Stadion GBLA sebagai pengunjung istimewa, merasakan jalur dan fasilitas pemain profesional.

Siswa SMP Taruna Bakti Pertama Kali Tur Jalur Pemain di GBLA

Tanggal 24 Februari 2026 menjadi hari yang tak terlupakan bagi puluhan siswa kelas VII E SMP Taruna Bakti, Kota Bandung. Bukan karena hari libur atau acara sekolah rutin, tapi karena mereka mendapatkan kesempatan unik untuk menapaki Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bukan sebagai penonton yang mengamati dari tribun, tapi sebagai pengunjung istimewa yang merasakan langsung setiap sudut perjalanan para pemain profesional sepakbola.

Jalur Tur yang Mengubah Persepsi Siswa tentang Sepakbola

Bagi sebagian besar siswa yang mengikuti kunjungan ini, sepakbola bukanlah hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang sebelumnya belum begitu mengenal PERSIB Bandung, klub sepakbola legendaris Kota Bandung. Namun, justru dari situ, pengalaman tur stadion ini menjadi lebih bermakna dan membuka wawasan baru tentang dunia sepakbola. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya stadion untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam olahraga sepakbola, terutama di wilayah Jawa Barat.

Rangkaian tur dimulai dari lorong belakang stadion yang biasanya hanya dilalui oleh pemain, official tim, dan personel medis sebelum bertanding. Dari sana, para siswa memasuki ruang ganti pemain yang rapi dan dilengkapi dengan perlengkapan pertandingan standar profesional, kemudian berdiri di podium ruang konferensi pers tempat para pelatih dan kapten tim biasanya memberikan keterangan pers setelah pertandingan. Akhirnya, mereka tiba di lapangan pertandingan utama, dengan hamparan rumput hijau yang indah yang selama ini hanya mereka lihat dari layar televisi atau ponsel.

Kesan Tak Terlupakan dari Siswa dan Guru

Setiap siswa terlihat antusias dan terkesan dengan setiap tahap tur. Salah satu siswi, Leah, mengaku bahwa kunjungan ini adalah pertama kalinya ia datang ke GBLA.

"Ini adalah pertama kalinya saya datang ke stadion GBLA. Meski saya jarang menonton pertandingan sepakbola, saya merasa senang dan bangga bisa berjalan di lorong yang sama dengan pemain PERSIB," ujar Leah sambil memegang kamera untuk mengambil foto di lapangan pertandingan.

Sementara itu, Dilan, seorang siswa laki-laki yang sebelumnya hanya mengetahui PERSIB dari poster di toko buku, mengatakan bahwa kunjungan ini bukan hanya pengalaman pertama kalinya ke stadion, tapi juga sesuatu yang ingin ia ulangi di masa depan.

"Saya sekarang ingin menonton pertandingan PERSIB langsung di GBLA, dan mungkin suatu hari bisa bermain di lapangan ini," katanya dengan semangat.

Wali kelas mereka, Ranto S.Pd., turut merasakan kebanggaan melihat fasilitas stadion kebanggaan Kota Bandung tersebut. Ia mengatakan bahwa kunjungan ini diadakan sebagai bagian dari program pembelajaran di luar kelas untuk menambah wawasan siswa tentang budaya sepakbola lokal.

"Saya berharap GBLA dapat terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan sepakbola di Jawa Barat, serta menjadi tempat yang inspiratif bagi generasi muda seperti siswa kita," ujar Ranto.

Momentum Spesial di Musin PERSIB yang Kuat

Kunjungan siswa Taruna Bakti ini hadir di momen yang sangat spesial bagi PERSIB dan fans sepakbola Bandung. Sepanjang musim 2026 ini, GBLA menjadi rumah yang kokoh bagi PERSIB, dengan catatan tak terkalahkan baik di Liga 1 Indonesia (Super League) maupun AFC Champions League Two. Stadion ini akan kembali menjadi saksi perjuangan tim ketika PERSIB menjamu Madura United pada Kamis, 26 Februari 2026.

Bagi para siswa Taruna Bakti, tur stadion ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, pengalaman berjalan di jalur yang sama dengan para pemain PERSIB, melihat fasilitas profesional, dan merasakan atmosfer stadion akan menjadi kenangan yang bisa bertahan jauh lebih lama. Bahkan, bagi sebagian siswa, ini mungkin menjadi langkah kecil yang awal dari mimpi besar di masa depan, seperti menjadi pemain sepakbola profesional, pelatih, atau bahkan pekerja di industri sepakbola. Bagi sebagian lainnya, kunjungan ini bisa menjadi titik awal untuk mulai mendukung klub sepakbola lokal mereka, PERSIB Bandung.