Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sekolah Lapang Kakao Nanggung Bogor untuk Dukung FOLU Net Sink 2030

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Yayasan Parasobat Bumi Cendekia menyelenggarakan sekolah lapang budidaya kakao di Nanggung Bogor untuk dukung target FOLU Net Sink 2030 dan tingkatkan kesejahteraan petani lokal.

Sekolah Lapang Kakao Nanggung Bogor untuk Dukung FOLU Net Sink 2030

Pendahuluan

Bogor, 6–7 Juni 2026 – Yayasan Parasobat Bumi Cendekia resmi meluncurkan kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Kakao: Transformasi Petani Lokal Kabupaten Bogor Menuju Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Ekosistem di Saung Sadulur, Kampung Kebon Awi, RT 002/RW 002, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta petani lokal dan perwakilan pemerintah daerah setempat.

Kegiatan ini diluncurkan sebagai bentuk kontribusi konkrit dari tingkat tapak dalam mendukung komitmen nasional Indonesia’s FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink 2030. Pemerintah Indonesia menargetkan sektor kehutanan dan lahan mampu menyerap emisi gas rumah kaca lebih banyak daripada yang dilepaskannya, dengan target serapan negatif sebesar 140 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2030.

Mengapa Komoditas Kakao?

Ketua Yayasan Parasobat Bumi Cendekia, Ir. Cepi Al Hakim, M.Si., menegaskan bahwa wilayah perbukitan Bogor memiliki peran vital sebagai penyangga tata air dan hidrologis. Oleh karena itu, upaya memulihkan ekosistem hulu harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

"Untuk merealisasikan target besar FOLU Net Sink 2030, pelarangan eksploitasi hutan saja tidaklah cukup. Dibutuhkan aksi nyata berupa pencegahan deforestasi, pemulihan lahan kritis, serta implementasi pertanian ramah lingkungan. Di sinilah para petani mengambil peran penting sebagai pahlawan iklim di lapangan," ujar Cepi dalam sambutannya pada hari pertama acara.

Pemilihan komoditas kakao dinilai sangat strategis, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis. Secara alamiah, kakao merupakan tanaman yang membutuhkan naungan (shade-grown), sehingga budidayanya mendorong penerapan sistem agroforestri (tumpangsari dengan pohon pelindung). Sistem ini memastikan tutupan lahan tetap rimbun, memperkuat struktur tanah perbukitan untuk mencegah longsor, serta efektif menyerap emisi karbon. Selain itu, kakao memiliki nilai ekonomi yang tinggi, memberikan pendapatan tambahan yang stabil bagi petani lokal.

Edukasi Komprehensif Berbasis Pakar dan Praktik Lapangan

Kegiatan sekolah lapang ini dibagi menjadi dua sesi inti, dengan fokus pada teori pada hari pertama dan praktik pada hari kedua.

Hari Pertama (6 Juni): Sesi Teori

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi yang komprehensif dari para pakar terpercaya:

Hari Kedua (7 Juni): Sesi Praktik Lapangan

Fokus kegiatan beralih sepenuhnya pada implementasi fisik, dengan panduan langsung dari praktisi lapangan:

Tujuan dari sesi praktik ini adalah agar kelompok tani di Desa Nanggung dapat membangun fasilitas pembibitan komunal secara mandiri, dan memproduksi bibit kakao lokal unggul tanpa bergantung pada pasokan luar.

Komitmen Berkelanjutan untuk Kesejahteraan dan Lingkungan

Cepi menambahkan bahwa kelestarian lingkungan hanya akan terjaga secara optimal apabila kesejahteraan masyarakatnya ikut terjamin.

"Ekosistem yang lestari adalah warisan yang tak ternilai bagi anak cucu kita. Namun, lingkungan hanya akan bisa dijaga apabila dapur rumah tangga masyarakatnya tetap menyala. Melalui jalan budidaya kakao ini, mari kita buktikan bahwa kita mampu mencapai kemandirian ekonomi sekaligus menjadi perawat bumi yang tangguh," pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup pada Minggu siang dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta petani lokal. Yayasan Parasobat Bumi Cendekia juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan, pendampingan berkala, serta membuka ruang kemitraan yang luas bagi seluruh pihak demi keberlanjutan program pertanian berkelanjutan ini di Kabupaten Bogor.

Tentang Yayasan Parasobat Bumi Cendekia

Yayasan Parasobat Bumi Cendekia adalah lembaga yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan, konservasi sumber daya air, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keberlanjutan ekosistem. Melalui pendekatan integratif dan kolaboratif, yayasan berkomitmen mendorong terciptanya kedaulatan lingkungan yang selaras dengan kesejahteraan masyarakat.