Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ramadan 1447H di Mekarjaya: Pawai Obor, Ronda Keamanan, & Peran Remaja

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pawai obor di Mekarjaya menyambut Ramadan 1447H melibatkan ratusan warga, memperkuat keamanan melalui ronda, serta menyoroti peran aktif remaja dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Ramadan 1447H di Mekarjaya: Pawai Obor, Ronda Keamanan, & Peran Remaja

Latar Belakang

Pawai obor yang digelar pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, menandai sambutan resmi Ramadan 1447H oleh warga Kelurahan Mekarjaya. Acara ini menjadi titik fokus kebersamaan antara warga RT 01‑07, karang taruna, aparatur desa, serta unsur keamanan setempat.

Jalur Pawai Obor

Pawai dimulai dari Jalan Kemuliaan, menelusuri Jalan Kemakmuran, beralih ke Jalan Dadap, Adi Karya, Tole Iskandar, kemudian berbelok ke Kemakmuran Raya sebelum kembali ke titik awal. Rute tersebut dipilih untuk melibatkan sebanyak‑banyak RT di wilayah RW 01, sekaligus menampilkan keindahan lampu obor di malam Ramadan.

Pesan Lurah dan Koordinasi Lembaga

"Atas nama pribadi dan jajaran staff Kelurahan Mekarjaya kami ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447H, mohon maaf lahir dan batin," ujar Lurah Mekarjaya, Dra. Nelda Purnadia Wardhana.

Lurah menekankan pentingnya keamanan dan kekondusifan selama bulan suci. Ia mengajak seluruh pengurus RT, RW, dan Karang Taruna untuk melaksanakan ronda secara terjadwal, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong‑royong.

Peran Karang Taruna dan Penghargaan

Karang Taruna RW 01, dipimpin oleh Heri H. Usman, berperan sebagai koordinator logistik pawai. Setelah acara, penghargaan diberikan kepada tim terbaik berdasarkan tiga kriteria: kekompakan, kreativitas, dan yel‑yel. Hasilnya:

Heri menegaskan bahwa kemenangan bersifat obyektif dan dipilih oleh tiga juri independen yang mengikuti pawai dari awal hingga akhir.

Ronda Keamanan dan Keterlibatan Remaja

Kehadiran unsur TNI‑Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama KH. Ahmad Mubarok, menambah rasa aman selama pawai. Ketua RW 01, Rohendi Budiyana, menyoroti peran remaja sebagai relawan sahur. Ia menekankan pentingnya menjaga bahasa yang santun serta mengkombinasikan seniman lokal (bedug, lagu religi) untuk menciptakan suasana sahur yang menyenangkan dan aman.

Analisis Dampak Sosial

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan model kolaboratif antara pemerintah desa, lembaga keamanan, dan elemen masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, damai, dan penuh semangat kebersamaan.