Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi dalam Penyidikan Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek-KRL

Bandung · Oleh ·

Polda Metro Jaya telah memeriksa 31 saksi dari berbagai latar belakang dalam penyidikan tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.

Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi dalam Penyidikan Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek-KRL

Latar Belakang Tragedi Tabrakan Kereta Api

Tragedi maut terjadi pada Senin, 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur, ketika sejumlah kereta api terlibat dalam tabrakan beruntun. Insiden bermula ketika sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan kelistrikan. Kendaraan tersebut kemudian ditabrak oleh KRL yang bergerak dari arah belakang. Beberapa menit kemudian, KRL tersebut tertabrakan keras oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Kondisi gerbong KA setelah tabrakan

Benturan hebat menyebabkan gerbong khusus perempuan KRL mengalami kerusakan parah, yang mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia.

Proses Penyidikan yang Sedang Berlangsung

Polda Metro Jaya telah menjalankan penyidikan komprehensif untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Tim penyidik dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan beberapa langkah awal, antara lain:

Jumlah Saksi yang Sudah Diperiksa

Hingga Minggu, 3 Mei 2026, penyidik telah memeriksa total 31 saksi dari berbagai latar belakang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penggalian kebenaran dilakukan secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai insiden ini. Para saksi yang telah diwawancarai meliputi:

"Penggalian kebenaran dilakukan menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang utuh," ucap Budi Hermanto dalam keterangan pers pada Minggu, 3 Mei 2026.

Tahap Selanjutnya Penyidikan

Tim penyidik berencana untuk memanggil sejumlah instansi terkait untuk melengkapi berkas penyidikan dan memastikan penyebab utama kecelakaan dapat diungkap secara objektif. Instansi yang akan dihubungi meliputi:

Menurut Budi Hermanto, kehadiran perwakilan dari instansi-instansi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi tambahan yang relevan untuk menyelesaikan penyidikan dengan cepat dan akurat.

Analisis Proses Penyidikan yang Komprehensif

Proses penyidikan yang melibatkan berbagai pihak dan saksi dari latar belakang yang beragam menunjukkan komitmen Polda Metro Jaya untuk mengungkap kebenaran secara objektif. Dengan memeriksa saksi dari sektor swasta, pemerintah, dan korban selamat, penyidik dapat merekonstruksi urutan kejadian dengan lebih detail, termasuk faktor apa saja yang berkontribusi pada insiden ini. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait seperti Kemenhub dan PT KAI juga penting untuk mengidentifikasi apakah ada masalah pada infrastruktur perkeretaapian atau prosedur operasional yang menyebabkan kecelakaan.

Penanganan kasus ini juga diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan keamanan perlintasan kereta api di wilayah Jakarta dan sekitarnya, mengingat insiden serupa pernah terjadi di beberapa lokasi lain sebelumnya.

Artikel ini diperbarui pada Senin, 04 Mei 2026, dengan data terbaru dari penyidikan yang sedang berlangsung.