Polda Jabar Ungkap Enam Tersangka Perusuh May Day Bandung Positif Narkoba
Polda Jawa Barat mengungkap enam tersangka perusuh May Day 2026 di Bandung positif narkoba, termasuk Tramadol dan Alprazolam, serta menyita barang bukti kelompok tertentu.
Konteks Peristiwa May Day 2026 di Kota Bandung
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bandung berakhir dengan aksi perusuhan yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik dan pos polisi. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat kemudian mengungkapkan temuan penting terkait pelaku aksi: enam tersangka terlibat dalam perusuhan terbukti positif mengonsumsi narkoba.
Pengumuman Resmi dari Polda Jawa Barat
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan pengumuman resmi ini di Bandung pada hari Senin. Ia menjelaskan bahwa keenam tersangka terlibat langsung dalam aksi pembakaran pos polisi dan videotron di kawasan Tamansari, salah satu area pusat Kota Bandung.
"Ini sangat memprihatinkan. Selain melakukan aksi anarkis, para tersangka ini diketahui di bawah pengaruh obat-obatan terlarang jenis Tramadol saat beraksi," ujar Hendra dalam konferensi pers.
Menurut Hendra, temuan ini menambah tingkat kekhawatiran pihak kepolisian, mengingat aksi perusuhan yang dilakukan oleh tersangka tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga melibatkan penggunaan narkoba yang dapat memicu perilaku agresif dan tidak terkontrol.
Identitas Tersangka dan Barang Bukti yang Diamankan
Keenam tersangka yang terlibat dalam aksi perusuhan memiliki rentang usia 17 hingga 21 tahun, dengan inisial MRN (21 tahun), MRA (17 tahun), RS (19 tahun), MFNA (19 tahun), FAP (21 tahun), dan HIS (20 tahun). Mereka sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pembakaran serta perusakan fasilitas publik secara bersama-sama.
Selain hasil tes urine yang mengkonfirmasi penggunaan Tramadol, petugas polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti psikotropika dari salah satu tersangka. Barang bukti tersebut meliputi butiran Alprazolam dan jenis obat lainnya yang biasanya digunakan untuk mengatasi kecemasan, tetapi disalahgunakan tanpa resep dokter.
Selain obat-obatan, petugas juga menyita atribut yang diduga berkaitan dengan kelompok tertentu, seperti bendera dan stiker yang ditemukan di dalam tas masing-masing pelaku. Temuan ini menambah indikasi bahwa aksi perusuhan mungkin tidak dilakukan secara acak, melainkan diatur oleh kelompok tertentu.
Rencana Tindak Lanjut Penyelidikan
Hendra menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap berbagai aspek terkait kasus ini. Beberapa fokus penyelidikan yang akan dilakukan antara lain:
- Meneliti asal-usul narkoba yang digunakan oleh keenam tersangka
- Mengidentifikasi motivasi di balik penggunaan simbol-simbol kelompok tertentu oleh pelaku
- Menyelidiki kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu yang diduga memanfaatkan para pelajar dan anak muda untuk melakukan aksi kekerasan
Selain itu, kasus penyalahgunaan narkoba ini juga akan ditindaklanjuti secara khusus oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, yang akan menangani penyidikan terkait peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan pelaku aksi.
Implikasi Peristiwa Ini
Peristiwa perusuhan May Day 2026 di Bandung yang melibatkan tersangka dengan pengaruh narkoba kembali menyoroti dua masalah penting: pertama, risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda dan pelaku aksi massa, dan kedua, potensi manipulasi kelompok tertentu untuk memicu kekerasan dengan memanfaatkan orang yang berada di bawah pengaruh obat.
Pihak kepolisian berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap semua tersangka yang terlibat, serta melakukan upaya pencegahan untuk menghindari terulangnya peristiwa serupa di masa depan.