Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PERSIB Bandung Tegas: Rasisme Tak Diterima di Sepakbola Indonesia

Bola · Oleh Aditya Pratama ·

PERSIB Bandung mengeluarkan pernyataan tegas menolak rasisme di sepakbola, memberikan dukungan moral kepada Kakang Rudianto dan Mikael Alfredo Tata, serta mengajak semua pihak menghargai perbedaan.

PERSIB Bandung Tegas: Rasisme Tak Diterima di Sepakbola Indonesia

Peristiwa dan Latar Belakangnya

Sepakbola selalu menjadi ruang yang mempertemukan beragam latar belakang, budaya, dan identitas di Indonesia. Olahraga ini hidup karena keberagaman yang ada di dalamnya, dan itulah alasan mengapa sepakbola dicintai oleh jutaan orang di seluruh negeri. Namun, belakangan ini, peristiwa yang tidak pantas terjadi di dunia sepakbola Indonesia, khususnya setelah pertandingan antara Persebaya Surabaya dan PERSIB Bandung pada 2 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Dua pemain muda Indonesia, Kakang Rudianto dan Mikael Alfredo Tata, menjadi target serangan bernuansa rasis melalui media sosial, yang memicu perhatian serius dari PERSIB Bandung.

Latar Belakang Peristiwa

Pertandingan antara Persebaya dan PERSIB selalu menjadi momen yang dinamis bagi suporter sepakbola Indonesia, dengan semangat kompetisi yang tinggi. Namun, setelah pertandingan tersebut, sejumlah akun media sosial mengirimkan komentar bernuansa rasis yang ditujukan kepada Kakang Rudianto dan Mikael Alfredo Tata. Kritik terhadap performa permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat diterima.

Pernyataan Resmi PERSIB Bandung

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, klub ini menegaskan bahwa **tidak ada ruang sedikit pun untuk praktik rasisme di dalam sepakbola. Berikut kutipan utama dari pernyataan tersebut:

"Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasis yang diarahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, melalui media sosial setelah pertandingan antara Persebaya dan PERSIB pada 2 Maret 2026 lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sepakbola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat diterima."

Pernyataan ini juga menegaskan bahwa **kedua pemain muda tersebut adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang, dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh. PERSIB juga menegaskan bahwa klub akan selalu berdiri di sisi Kakang dan Tata, memberikan dukungan moral penuh kepada keduanya.

Mengapa Rasisme Tidak Sesuai Nilai Sepakbola

Sepakbola adalah olahraga yang hidup karena keberagaman yang ada di dalamnya. Setiap pemain, suporter, dan pihak terkait memiliki latar belakang yang berbeda, dan keberagaman itulah yang membuat olahraga ini dicintai oleh jutaan orang di Indonesia. Rasisme tidak hanya merusak martabat individu, tetapi juga merusak nilai-nilai persaudaraan dan persatuan yang menjadi dasar sepakbola.

Mayoritas suporter, baik Bobotoh (suporter PERSIB) maupun Bonek (suporter Persebaya), memiliki semangat yang sama: mencintai sepakbola dengan cara yang bermartabat. Tindakan segelintir oknum yang menyebarkan kebencian tidak mewakili semangat kedua suporter tersebut, dan PERSIB mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan mereka.

Ajakan untuk Semua Pihak

PERSIB juga mengajak semua pihak, termasuk suporter sepakbola, pemain, dan pihak terkait, untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antar pecinta sepakbola. Klub ini menekankan bahwa sepakbola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati, dan semua pihak harus berperan aktif dalam menolak segala bentuk diskriminasi.

Komitmen PERSIB untuk Masa Depan Sepakbola yang Sehat

PERSIB berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepakbola. Klub ini berharap bahwa momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepakbola Indonesia tidak bisa berkembang jika diwarnai oleh kebencian dan rasisme. PERSIB juga akan terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sepakbola yang sehat, aman, dan penuh respek untuk semua orang, khususnya para pemain muda Indonesia.

Kepada Kakang Rudianto dan Mikael Alfredo Tata, PERSIB menegaskan bahwa **kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu.