Peningkatan Lalu Lintas Pintu Tol Bandung Raya Jelang Lebaran 2026
Arus kendaraan pemudik mulai meningkat di pintu tol Bandung Raya jelang Lebaran 2026, dengan data volume lalu lintas naik hingga 14,23% dibanding normal. Polda Jabar memberikan imbauan keselamatan selama perjalanan mudik.

Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, wilayah Jawa Barat mulai menyaksikan peningkatan signifikan arus kendaraan menjelang periode libur Lebaran 147 Hijriah 2026, menurut pantauan resmi dari operator tol dan kepolisian daerah. Peningkatan ini terlihat jelas di dua gerbang tol utama ruas Tol Padaleunyi, yakni Gerbang Tol (GT) Cileunyi dan GT Pasteur, yang menjadi pintu masuk dan keluar utama bagi pemudik menuju wilayah Bandung, Rancaekek, Garut, dan Jakarta.
Data Volume Lalu Lintas Peningkatan
Berdasarkan data transaksi lalu lintas dari Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, total volume kendaraan yang melintas menuju Bandung dan sekitarnya mencapai 76.107 unit. Angka ini meningkat 1,93 persen dibandingkan volume lalu lintas normal sebesar 74.668 unit.
"Sedangkan Volume lalu lintas transaksi yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 32.645 kendaraan atau naik sebesar 14,23% dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.579 kendaraan," ujar Widiyatmiko dalam keterangan resminya.
Peningkatan arus kendaraan terdistribusi melalui dua gerbang tol utama:
- GT Cileunyi: Tercatat 38.728 kendaraan melaju menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya, naik 2,3 persen dari normal 37.844 unit. Sementara itu, 32.645 kendaraan melaju menuju Bandung atau Jakarta, seperti yang diungkapkan Widiyatmiko.
- GT Pasteur: Volume lalu lintas yang menuju Kota Bandung tercatat 37.379 unit, naik 1,51 persen dari normal 36.824 unit. Sebaliknya, volume kendaraan yang meninggalkan Bandung melalui GT Pasteur menuju Jakarta tercatat 30.999 unit, sedikit turun 0,84 persen dari normal 31.261 unit.
Imbauan untuk Pengguna Jalan Tol dari Jasamarga
Widiyatmiko mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang sebelum memulai perjalanan. Beberapa tips yang disarankan antara lain:
- Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, termasuk pemeriksaan ban, oli, dan rem
- Memastikan pengemudi dalam kondisi fisik dan mental yang fit
- Memeriksa kecukupan bahan bakar dan saldo kartu elektronik (E-toll) sebelum memulai perjalanan
- Menggunakan satu e-toll yang sama untuk transaksi di gerbang tol masuk dan keluar, terutama di ruas tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Tol Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II
Saran Keselamatan dari Polda Jawa Barat
Kombes Pol Reydian Kokrosono, Dirlantas Polda Jabar, juga mengimbau pemudik untuk tidak mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
"Kepada para pemudik yang melintas di Jawa Barat, apabila Anda mulai merasa lelah atau mengantuk saat mengemudi, jangan dipaksakan. Segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat atau di pos pengamanan, pos pelayanan, maupun pos terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang telah kami siapkan," ujar Reydian.
Ia menegaskan bahwa bahu jalan bukanlah tempat istirahat, dan mengingatkan pengendara untuk tidak berhenti di lokasi tersebut. Reydian juga menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik, bukan mengejar waktu tiba di kampung halaman.
"Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Istirahat sejenak agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Mudik aman, keluarga bahagia," pungkasnya.
Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah titik istirahat dan pos pelayanan untuk mendukung perjalanan pemudik selama periode libur Lebaran 2026, guna memastikan bahwa perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Peningkatan arus kendaraan di pintu tol Bandung Raya ini menjadi pertanda awal periode mudik yang padat, sehingga persiapan matang dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan.