Pedagang Terminal Cicaheum Belum Terima Kompensasi Jelang Penutupan Minggu Depan
Sekitar 90% kios Terminal Cicaheum masih beroperasi meski mayoritas bus sudah dipindahkan ke Leuwipanjang. Pedagang belum terima kompensasi karena tiga bidang tanah belum bebas.

Aktivitas ekonomi Terminal Cicaheum semakin lesu seiring rencana penutupan operasional yang dijadwalkan pekan depan. Pemerintah Kota Bandung menghentikan operasional terminal sebagai bagian dari pembangunan depo transportasi publik di kawasan tersebut.
Sekitar 90 persen kios di Terminal Cicaheum masih beroperasi. Namun, penurunan jumlah armada bus yang masuk membuat jumlah penumpang anjlok sehingga omzet pedagang merosot tajam.
Perwakilan pedagang, Ronny, mengatakan kompensasi belum juga dicairkan meski kesepakatan sudah ditandatangani pada 24 Juli 2026. Hingga kini, tiga rumah di area terminal belum mencapai kesepakatan pembebasan lahan sehingga proses pencairan belum bisa dilanjutkan.
Ronny meminta pemerintah mengizinkan bus kembali masuk ke Terminal Cicaheum untuk sementara waktu. "Keberadaan armada bus akan membantu pedagang mengurangi stok dagangan sekaligus menjaga pemasukan selama masa transisi," katanya.
Sebagian besar bus AKAP dan AKDP kini beroperasi dari Terminal Leuwipanjang. Hanya beberapa perusahaan otobus seperti Budiman, Hibaputra, Primajasa, Santika, Sahala, dan KYM yang sesekali masih masuk ke Terminal Cicaheum.
Pedagang berharap pemerintah memperjelas jadwal pencairan kompensasi dan menentukan tanggal pasti penutupan terminal agar mereka bisa menyiapkan relokasi maupun menghabiskan stok barang.
DPRD Bandung Soroti Rencana Tambahan Modal BPR Kota Bandung Relokasi SLB Karya Bhakti