Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Mewujudkan Akses Pendidikan Merata bagi Putra-Putri Karangsari

Jabar · Oleh · · Diperbarui 7 Agustus 2026

Warga Desa Karangsari desak prioritas siswa lokal dalam PPDB SMPN 5 Cikarang Timur akibat kuota melampaui pendaftar. Kepala Desa H. Umbara gelar rapat koordinasi cari solusi.

Mewujudkan Akses Pendidikan Merata bagi Putra-Putri Karangsari

Kuota PPDB Terlampaui, Warga Karangsari Desak Solusi Konkret

Kabupaten Bekasi – Tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan negeri di wilayahnya kembali menjadi sorotan. Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, menyuarakan harapan agar putra-putri mereka mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di SMP Negeri 5 Karangsari.

Permasalahan ini mencuat seiring membludaknya jumlah pendaftar yang melampaui daya tampung sekolah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan orang tua, terutama mereka yang berharap anaknya dapat bersekolah di institusi pendidikan terdekat dari tempat tinggal.

Baca Juga: Asep Dawus, Pak Ogah di Banjar, Ditemukan Tewas dengan Luka Paruh di Perut

Sinergi Multi-Stakeholder Cari Solusi Pendidikan

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Desa Karangsari H. Umbara gelar rapat koordinasi bersama camat, perwakilan BPD, pihak sekolah, dan wali murid. Dalam forum tersebut, ia menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap warga lokal dalam kebijakan penerimaan siswa baru.

"Anak-anak Karangsari adalah aset masa depan desa. Mereka harus mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan yang dekat, berkualitas, dan terjangkau," tegas H. Umbara.

Camat Cikarang Timur H. Ropi apresiasi langkah proaktif Pemerintah Desa Karangsari yang mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. Seluruh pihak disebut memiliki tujuan yang sama, yakni menjamin hak pendidikan setiap anak secara adil.

Baca Juga: Polisi Majalengka Tangkap Produsen Tembakau Sintetis Rumahan, Sita 56,69 Gram Barang Bukti

Tantangan Keterbatasan Daya Tampung

Pihak sekolah menjelaskan bahwa keterbatasan kuota menjadi tantangan utama dalam proses penerimaan peserta didik baru. Berbagai masukan dari masyarakat bakal dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi pendidikan terkait.

Pertemuan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, sekolah, dan orang tua menjadi kunci menjaga akses pendidikan bagi generasi muda. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan solusi terbaik segera terwujud sehingga putra-putri Karangsari dapat terus melangkah meraih masa depan cerah.