Local Heroes Bandung Dapat Jatah Manggung Bareng Slank, Ini Fakta Menariknya
Konser HS Hey Slank di Bandung bawa tiga local heroes, target 50 ribu penonton. Band DT09, SHA, dan Preman Disco dapat ruang berkarya.

Slank Kembali Guncang Bandung dengan Local Heroes
SLANK kembali menggetarkan Kota Bandung. Kali ini, bersama HS, produsen rokok asal Sleman, kelompok musik legendaris ini gelar Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8, Minggu (5/7) di Prabuwangi Park, Arcamanik.
Konser ini tidak hanya menghadirkan Slank, tapi juga nine musisi dan kelompok musik dari berbagai daerah. Yang istimewa, jumlah artis kali ini menjadi yang terbanyak dibandingkan tujuh kota sebelumnya.
"Konser di Bandung sengaja dihelat dengan semangat mendukung industri kreatif," tutur Direktur Komersial HS Tessa Arya Pradana, dalam konferensi pers sebelum konser.
Tiga Band Lokal Bandung Tampil Bersanding dengan Slank
Di Prabuwangi Park, Arcamanik, hadir tiga local heroes alias grup musik asli Bandung yang berkesempatan berkolaborasi langsung dengan Slank, yaitu:
Baca Juga: Gudang Peralatan di Katapang Terbakar 4 Jam 28 Menit, Aktivitas Pabrik Sekitar Terdampak
- DT09
- Stand Here Alone (SHA)
- Preman Disco
Manajer DT09, Reza, mengaku sangat senang menjadi bagian dari perjalanan HS. "Kami grup musik yang juga lahir dari grassroot, lahir dari tribun Persib Bandung dan bobotoh," katanya.
Reza merasakan bahwa lewat konser tersebut, DT09 mendapat ruang untuk bersuara lantang di atas panggung, tentang kecintaan mereka kepada Persib Bandung.
"Semoga HS jadi wadah berkembangnya band-band baru di Bandung. Di Bandung ini kami melihat kurang regenerasi baru band-band lokal," harapnya.
Mbenk, pendiri sekaligus vokalis dan basis SHA, juga bersyukur bisa naik panggung bersama idola. Sebulan sebelumnya, ia turut tampil di Konser HS Hey Slank Palembang sesi ketujuh.
"Tentunya seneng banget, apalagi saya ini juga Slankers Kelapa Gading, dengerin Slank dari abang-abangan saya, saat itu album PLUR 2004. SHA memiliki darah Slank," kata pria bernama asli Taufik Andryyansyah itu.
Timy, vokalis Preman Disco, mengaku bahagia diajak berkolaborasi. Grup musik ini lahir dari sinetron komedi Preman Pensiun, sinetron yang paling disukai di Jawa Barat.
Spirit Berani Beda, Jembatan HS dan Slank
Tessa Arya Pradana bercerita, spirit kreatif yang tumbuh dari grassroot musisi-musisi itu sejalan dengan HS, pabrikan rokok yang tergolong baru namun berani mendobrak pasar dengan berbagai terobosan.
"Spirit HS sangat relevan dengan Kota Bandung yang warga-warganya kreatif, berani membuat perubahan. Sejak saya kecil saya lihat fenomena ini di sini," papar pria asli Bandung itu.
Untuk itu, di setiap pagelaran, HS selalu melibatkan band lokal. "Kami percaya local heroes kalau diberikan ruang dan kesempatan, mereka akan bisa tumbuh berkembang," lanjut Tessa.
Kenangan Slank dengan Kota Bandung
Slank ternyata punya kenangan tersendiri dengan Kota Bandung. Ridho mengungkap bahwa formasi personel Slank saat ini, yakni Kaka, Ivanka, Bimbim, Abdee, dan Ridho, pertama kali manggung di Kota Kembang pada 1997.
"Saat itu di Sabuga manggung pada 1997. Inget banget, saat itu ngecat-ngecat rambut sama Ivan," kenang Ridho.
Kaka membenarkan dan duo gitaris personel baru Slank itu langsung dapat "PR" berat. "Ridho harus mengulik 30 lagu untuk manggung di Bandung," candanya.
Daftar Artis Pendamping dari Berbagai Kota
Selain Slank dan local heroes Bandung, konser ini turut menghadirkan kolaborasi dari berbagai kota:
- Tony Q Rastafara (Semarang)
- The Cloves and The Tobacco (Yogyakarta)
- The Sleting Down (Jakarta)
- Afterskool (Yogyakarta)
- Mahalara (Ciamis)
Target 50 Ribu Penonton di Bandung
Sebelum konser, Slank bersama pendukung kelompok musik lain dan komunitas motor Vespa gelar riding keliling Kota Bandung. Mereka melintas di sejumlah lokasi ikonik.
HS Hey Slank telah gelar di Yogyakarta, Semarang, Bali, Surabaya, Lampung, Malang, dan Palembang. Di Bandung, jumlah penonton ditargetkan mencapai 50 ribu orang, lebih banyak dari kota lain yang hanya berkisar 30-35 ribu penonton.
Jumlah Slanker di Bandung Raya sangat besar dan terbanyak di Indonesia. Untuk menonton, para Slanker cukup membawa dua bungkus rokok HS varian mild atau slim bersegel dan bercukai sebagai tanda masuk.
Potensi Pasar Bandung untuk Industri Kreatif
HS mempekerjakan total 4.756 karyawan, terdiri dari 3.627 pelinting rokok kretek alias sigaret kretek tangan (SKT), 1.053 karyawan pabrik, serta 76 karyawan disabilitas. Bersama Slank, HS juga mendukung perkembangan UMKM melalui program SlankPreneur.
Dari sisi bisnis, Bandung Raya merupakan pasar terbesar nomor dua di Indonesia setelah Lampung. Pada 2025, konsumsi rokok di Bandung Raya mencapai 800 juta batang per bulan dan tumbuh lima persen.
"Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi," tegas Tessa.
Konser ini membuktikan bahwa page five bagi talenta lokal untuk bersanding dengan musisi nasional masih sangat terbuka. Momentum yang ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem kreatif Bandung terus menggeliat.