Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Korban Perempuan Jatuh 15 Meter dari Jembatan Garut, Polisi Evakuasi

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Perempuan terjatuh 15 meter dari jembatan di Garut Jawa Barat, polisi evakuasi bersama warga dan medis. Korban masih hidup, dirawat di RSUD Garut, identitas masih diselidiki.

Korban Perempuan Jatuh 15 Meter dari Jembatan Garut, Polisi Evakuasi

Kejadian Pertama: Perempuan Terjatuh dari Jembatan Sasak Besi

Senin (1/6) pagi, tim kepolisian Polsek Bayongbong beserta tenaga medis Puskesmas Bayongbong dan warga setempat melakukan evakuasi seorang perempuan yang ditemukan di bawah Jembatan Sasak Besi. Lokasi kejadian berada di Kampung Simpang, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban dilaporkan terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter dari jembatan.

Kronologi Kejadian Menurut Saksi

Kapolsek Bayongbong Iptu Mahmudi menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan perempuan di sekitar jembatan sebelum insiden terjadi. Menurut keterangan saksi yang melapor, korban sempat berdiri di tepi jembatan mengenakan pakaian sweater hitam dan celana jeans.

"Saksi melihat perempuan berdiri di pinggir Jembatan Sasak Besi. Saat kembali melintas, saksi masih melihat perempuan tersebut. Namun ketika hendak menghampiri dan menanyakan keadaannya, perempuan itu tiba-tiba terjatuh ke bawah dengan kedalaman sekitar 15 meter," ujar Mahmudi.

Proses Evakuasi dan Penanganan Medis

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian, tenaga kesehatan, dan warga segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Proses evakuasi berlangsung dengan koordinasi ketat, mengingat korban berada di area bawah jembatan dengan kedalaman sekitar 15 meter. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup dan segera dibawa ke Puskesmas Bayongbong untuk mendapatkan perawatan awal. Mahmudi menambahkan bahwa korban menjalani perawatan intensif dan observasi karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap. Hingga Senin petang, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Selain evakuasi korban, petugas juga mengamankan sebuah telepon seluler yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun, tidak ada dokumen identitas yang ditemukan pada diri korban, sehingga identitas perempuan tersebut masih dalam penyelidikan.

Upaya Penyelidikan Lanjutan

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban serta mengungkap latar belakang peristiwa tersebut. Mahmudi menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengidentifikasi korban sebagai langkah penting untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena identitas korban belum diketahui. Warga sekitar juga tidak mengenali korban," ujarnya.

Pesan Imbauan kepada Masyarakat

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Menurut Mahmudi, peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya peristiwa yang dapat membahayakan keselamatan seseorang, terutama mereka yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan emosional.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan seseorang yang membutuhkan bantuan atau menunjukkan tanda-tanda membahayakan dirinya sendiri," pungkasnya.

Kesimpulan Sementara

Hingga saat ini, penyelidikan untuk mengidentifikasi korban dan mengungkap kronologi lengkap insiden masih berlangsung. Masyarakat yang memiliki informasi mengenai korban atau insiden ini diminta untuk menghubungi pihak kepolisian setempat untuk membantu proses penyelidikan.