Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kampus STID Al-Biruni Cirebon Jadi Garda Depan KPID Awasi Konten Media

Bandung · Oleh ·

Mahasiswa STID Al-Biruni Cirebon dipilih KPID Jawa Barat untuk bentuk komunitas pemantau konten siaran. Mereka dilatih awasi ratusan stasiun radio dan TV di Jawa Barat.

Kampus STID Al-Biruni Cirebon Jadi Garda Depan KPID Awasi Konten Media

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat terus memperluas jaringan pengawasan terhadap isi siaran dengan melibatkan generasi muda kampus. Kali ini, STID Al-Biruni Cirebon dipercaya menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab.

Kampus STID Al-Biruni Cirebon Dilibatkan Awasi Konten Siaran

KPID Jawa Barat resmi membentuk Komunitas Pemantau Isi Siaran (PIS) Jawa Barat Chapter STID Al-Biruni di Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (18/6/2026). Pembentukan komunitas ini merupakan bagian dari program peran serta masyarakat dalam pengawasan isi siaran yang digagas KPID Jawa Barat.

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran dan Partisipasi Masyarakat (PKSP) KPID Jawa Barat, Achmad Abdul Basith, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap ratusan stasiun radio dan televisi tidak mungkin dilakukan sendiri oleh KPID. Dukungan aktif dari masyarakat, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa, menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat羁алиan pengawasan.

"Sebagai lembaga negara independen yang mewakili kepentingan publik di bidang penyiaran, KPID Jawa Barat memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap isi siaran agar sesuai dengan regulasi yang berlaku," jelas Achmad Abdul Basith.

Strategi KPID libatkan MahasiswaAwasi Konten Media

Pembentukan Komunitas PIS merupakan strategi untuk menghadirkan relator-relawan pengawas yang memahami regulasi penyiaran, etika siaran, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran isi siaran. Melalui program ini, kalangan akademisi dan mahasiswa didorong berperan aktif sebagai mitra pengawas yang membantu memastikan isi siaran tetap sesuai dengan regulasi.

Achmad Abdul Basith menegaskan bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami aturan penyiaran, maka pengawasan terhadap konten siaran akan semakin efektif. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan tayangan yang berkualitas, edukatif, dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.

Di wilayah Jawa Barat sendiri, terdapat lebih dari 400 stasiun radio dan televisi yang harus diawasi. Dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi, KPID berharap pengawasan bisa dilakukan secara lebih masif dan komprehensif.

Moderasi Beragama dalam Konteks Penyiaran

Komunitas PIS Chapter STID Al-Biruni Cirebon dibentuk dalam rangkaian kegiatan bertema Penyiaran dan Moderasi Beragama. Tema ini dipilih karena relevansinya dengan tantangan penyiaran saat ini, di mana media diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang menyejukkan sekaligus mencegah penyebaran informasi yang berpotensi memicu konflik.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menyoroti peran strategis media penyiaran dalam membangun masyarakat yang toleran dan moderat. Lembaga penyiaran tidak cukup hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga harus menjalankan fungsi pendidikan dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi publik.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, media penyiaran memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat nilai kebangsaan, menjaga persatuan, serta menghadirkan konten yang mampu menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman," tegas Adiyana Slamet.

Pelatihan dan Pembinaan Relawan Pengawas

Melalui pembinaan yang dilakukan KPID, peserta communautaire PIS dibentuk untuk memahami ketentuan penyiaran, mengenali potensi pelanggaran isi siaran, hingga memahami prosedur pelaporan kepada KPID apabila menemukan konten yang dianggap tidak sesuai dengan aturan.

Pembentukan PIS Chapter STID Al-Biruni Cirebon diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan pengawasan partisipatif berbasis kampus. Kehadiran mahasiswa dan kalangan akademisi dinilai mampu memperkuat budaya literasi media sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan isi siaran.

Komisionerdan Bidang PKSP KPID Jawa Barat, Dadan Hendaya, menegaskan bahwa keberadaan komunitas pemantau siaran di berbagai daerah diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab.

"PIS bisa menjadi bagian dari misi kami sebagai penjaga telinga dan mata masyarakat Jawa Barat," kata Dadan Hendaya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Muhamad Sidkon Djampi, serta Ketua STID Al-Biruni Cirebon, Dr. Supardi, yang memperkaya pemahaman peserta mengenai penyiaran, regulasi media, serta pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.